Rabu, 07 Januari 2026

Histeroskopi Operatif

Selasa, 6 Januari 2026
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) 
Gedung Kiara kamar 614D

Mendalat diagnosa Polip Endometrium Multiple cukup mengejutkan, "ya Allah apa lagi ini?"
Tapi aku tak marah, tak gelisah. Aku lebih tenang dari yang sebelumnya. 
Hari ini aku akan melakukan operasi Histeroskopi operatif pengangkatan Polip Endometrium multiple melalui vagina dengan anastesi spinal. 

Alih-alih anastesi spinal agar aku bisa melihat prosesnya, aku malah tertidur lelap. 

Sekejap team dokter membangunkanku "bu sudah selesai ya, tadi dokter Mila panggil2 Truly-Truly, ibunya tidur." 
Hhhhhh

Bisa-bisanyaaaaa Trulyyyyyyyy

Cukup lega, sebelum di anastesi aku sempat mencari-cari dimana dokter Mila, dokterku yg baik dan kompeten, dokterku yang mantull. 
Setelah aku di ruang observasi dokterku bu dokter Mila menghampiri ku, "Truly Alhamdulillah sudah selesai ya, tadi kamu tidur saya panggil, sudah saya angkat semua polipnya banyak banget, nanti saya kasih resep obat paten beli di luar ya, kamu istirahat yg cukup."

Ya Allah sembuhkanlah aku melalui perantara dokter Mila. Aamiin 🌈

Hasil polipnya kayak tulang muda di hancurin
Alhamdulillah, satu-satu ya semangat sehat untuk ku, semangat sehat suamiku tersayang yang selalu menemani aku
semangat pejuang garis 2, 
Dulu aku hanga mendengar dan menyimak saja cerita-cerita pasangan pejuang garis 2.
Hari ini, aku dan suamiku adalah bagian dari pejuang garis 2. Mudahkan kami ya Allah. Aamiin 

Rabu, 14 Mei 2025

Impianku

Ya Allah, ampuni aku yang suka mengeluh kala aku kesulitan. 
Ya Allah aku menerima apapun takdirmu, aku menerima apapun ujianmu, aku bersyukur atas nikmat-nikmat yg Kau beri untukku. 
Ya Allah semoga apapun kesulitanku tidak menjadikan orang lain juga kesulitan. 
Ya Allah janganlah Engkau jadikan aku sebagai beban untuk suamiku dan orang lain. 
Mudahkanlah aku untuk membantu suamiku dan orang-orang di sekitarku. 
Ya Allah jadikanlah aku orang yg bermanfaat bagi suamiku dan orang lain. 
Ya Allah aku merasa malu pada suamiku, karena setiap pagi selalu membangunkan tidurnya karena rasa sakit di perutku yang tidak tertahankan. 

Ya Allah, bolehkah aku bilang aku lelah di dunia ini? 
Ya Allah, apakah di kehidupan selanjutnya aku dan suamiku bisa memiliki buah hati? 
Ya Allah, apakah dikehidupan selanjutnya, aku tidak akan merasakan sakit ini lagi? 
Ya Allah, apakah di kehidupan selanjutnya, aku bisa bertemu mamaku lagi dan memeluknya? 

Ya Allah jika iya, bawa aku ke kehidupan itu ya Allah. 

Kamis, 10 April 2025

jemari suamiku

Kamis, 10 April 2025

Jam 9 malam aku mulai tidur, ini adalah hari pertama haid di bulan April. Aku meminta izin kepada atasanku untuk tidak bekerja hari ini karena perutku sangat sakit dari subuh. 

Jam 23 lewat beberapa menit aku terbangun dan mengganti pembalut, tapi saat aku kembali ke kasur, sakit perutku serasa tidak karuan. Semuanya terasa sakit sampai terlintas "apa aku akan mati disebabkan penyakit ini?"

Suamiku terbangun, mungkin karena pergerakanku yang tidak tenang. Dia segera memijat perut ku, katanya "masuk angin nih kamu"
Macam tukang pijak yg sudah ahli, dia menekan seluruh area perutku sengan jemarinya yg lihai dari atas ke bawah, dari samping kiri dan kanan ke bawah, sampai aku kentut katanya, hehe. 

Dan benar, beberapa menit kemudian aku bersendawa dan buang angin, lalu perutku membaik, dan aku bilang padanya sudah ngga sakit. 

Baru dia kembali berbaring, aku peluki tangannya yg hangat itu, lalu tertidur pulas kami hingga pagi. 

Paginya, suamiku bangun dan bilang "kamu udah enakan? Kalo blm ijin aja lagi ngga usah masuk"
Aku tersenyum-senyum menjawab "aku masuk aja, udah enakan ini'
Wajah suamiku seketika berubah yang tadinya terlihat khawatir, menjadi senyum-senyum sambil menatapku seperti orang kesal, kesal tapi senyum andai saat itu bisa ku foto. 
Katanya " Bisa gitu ya muka kamu, sekarang cengar cengir, tadi malem udah kayak apa aja nangis"

Wkwk ya gimana, namanya juga sakit, kalo udah sehat ya ceria lah 😁
Makasih ya suamiku, makasih ya Allah di saat-saat badanku melemah, orangtuaku tidak ada, saudaraku jauh, aku sudah memiliki suami yg sayang dan bisa merawatku dengan baik. 
Sehatkanlah aku ya Allah agar aku tidak membebani suamiku. Aamiin

Jumat, 07 Juni 2024

Tetap Semangat

Minggu, 3 Maret 2024

Tepat 10 hari aku terlambat datang bulan, aku memberanikan diri untuk Testpack setelah 3 tahun pernikahan selalu garis satu. 

Hari itu Allah membuatku gemetar takjub..


Allahu Akbar, Alhamdulillah ya Allah tak henti-henti aku mengucap syukur.

Aku sampai memanggil Awali untuk memastikan bahwa aku tak salah lihat, bahkan sampai 3 alat TP yang aku coba.

Selasa, 5 Maret 2024

Tepat 40 hari ibu mertuaku sudah tiada.

Ibu tersayangnya suamiku.

kami anak-anak mama akan mengadakan pengajian kecil di rumah, aku dan Awali mengambil cuti di kantor. Pengajiannya akan dilaksanakan di malam hari sehingga pagi nya aku dan Awali menyempatkan diri untuk ke Rumah Sakit Karunia Kasih untuk memastikan apakah aku benar hamil.

Tiba disana aku di USG Transvaginal, tapi di layar aku tak melihat tanda2 apapun. Dokter bilang sudah terjadi penebalan dinding rahim, dan sepertinya aku benar hamil, mungkin karena baru 5 minggu (perhitungan dari tanggal hari pertama haid terakhir) jadi belum terlihat apapun. Aku di kasih resep obat microgest 200mg kapsul warna kuning (penguat kandungan), Folamil Genio, dan Vitamin D3.

Hari-hari aku lewati dengan penuh kegembiraan.

Aku kembali ke RS Karunia Kasih di tanggal 12 Maret 2024

Hasilnya masih sama, masih penebalan dinding rahim, Dokter memintaku untuk kembali lagi seminggu kemudian. Aku sudah membuat janji untuk datang lagi di tanggal 17 Maret 2024.

Qadarullah, Astaghfirullahal 'adzim.

Aku harus lebih bersabar dan tabah tanggal 16 Maret 2024 saat waktu berbuka, aku mengalami keram hebat dan sakit seperti ingin BAB.

cukup lama aku berjongkok karena perutku masih sakit walaupun tak ada apapun yang keluar.

tak lama kemudian keram itu perlahan hilang, dan keluarlah darah setetes, 2 tetes, segumpalan darah yg besar, dimana setelah gumpalan itu keluar perutku tak lagi keram.

Aku segera memanggil suamiku, memintanya untuk mengambil gumpalan itu yang sempat jatuh ke lubang WC yang berlumur darah. 

Suamiku datang dan terkejut, wajahnya seketika pucat dan tangannya gemetar.

Aku memintanya menggunakan plastik dan tangan kiri untuk mengambil gumpalan itu. 

Sambil memberanikan diri, dia tanya padaku "kamu ngga ee kan?"

"wkwk, enggaaaaa"  jawabku sambil tertawa karena pertanyaan random itu.

ketika diambil, mulutnya tak berhenti mengucap sampai dibawa keluar kamar mandi gumpalan itu "aduuh aduuhh, iya bener ini berasa ya Allah ini apaan astaghfirullah innalillahi"

barulah aku sedih dan menangis mendengar ucapan terakhirnya.


Astaghfirullahal adzim berkali - kali kami beristighfar sambil Awali memelukku.
Aku segera bersih2 dan memakai pembalut.
Awali segera mengambil toples dan diletakannya gumpalan itu di dalam toples untuk kami bawa ke dokter esok hari. 

Aku dan Awali terdiam sejenak di kasur, sambil memelukku dia berkata "kamu yang sabar ya, kita mesti ikhlas blm rezeki berarti nanti coba lagi, jangan sedih"

"iya" jawabku tak banyak.

Minggu, 10 Maret 2024

H-1 Ramadhan

Sebuah pesan dari cici sely. 
Berziarah ke makam mama, papah dan ibu. 
Aku tak bisa ikut. 
Aku hanya bisa memanjatkan doa dari kejauhan. 
Semoga mama, papah dan ibu menerima doa ku. 
Seminggu sebelumnya aku sempat ke makam ibu mertua ku karena lokasi pemakaman yang sangat dekat dengan rumahku. 

Nanti kalau aku sudah kuat untuk bepergian jauh, aku akan datang ke makam mama, papah dan ibu. 
Doa ku selalu teriring untuk mu mama, papah dan ibu. 

Aku juga rindu, tapi hanya bisa ku ungkap pada hangatnya air mataku. 

Terimakasih untuk suamiku yang sudah jauh berubah menjadi yang lebih baik, setelah 3 tahun kami jalani dengan penuh duka, hari ini Allah datangkan pelangi untukku dan suamiku. 
Terimakasih ya Allah atas segala karunia-Mu dalam hidup hamba. 

Minggu, 25 Februari 2024

New Journey

 Welcome February 2024


aku dan awali baru memulai perjalanan baru.

Perjalanan menjadi manusia yang baru. 

Innalillahi WA inna ilaihi rajiun. 

Ibu mertuaku telah berpulang pada hari Jumat, 26 Januari 2024.

Semoga beliau husnul Khotimah, Allah terangkan kubur nya. Aamiin

Aku teringat saat2 aku menatap mata ibu mertuaku, aku marah saat itu, dan dia berkata perkataan yang menyakiti hatiku. 

Marahku saat itu menjadi hal yang aku sesali saat ini. Maafin sela ya ma. 

Sela bukan menantu yang baik. 

Sekarang sela akan berusaha perbaiki sifat sela. 

Makasih mama udah izinin Sela jadi menantu mama. 

Minggu, 07 Januari 2024

Pilu

Aku tidak sengaja membuka kembali buku catatanku, karena hari ini akan ada rekon aplikasi e-monev Bapennas. Seingatku aku pernah membuat catatan penting di dalamnya.
Lembar demi lembar ku perhatikan, dan terhenti pada tulisan jelekku saat mengerjakan soal mata kuliah Manajemen Biaya.
tulisan ini buruk, seburuk kenangannya.
Saat mengerjakan latihan soal ini, aku hanya diberi waktu 20 menit oleh dosen. Perkuliahan berlangsung dari jam 19.00 sampai dengan 21.00.

Malam itu adalah hari terakhir mamaku menginjakkan kaki di rumah tinggalku. 10 hari mamaku berada bersamaku, tidur denganku, aku merawatnya, menemaninya, membuat masakan untuknya, terkadang aku tinggal bekerja tapi di rumah ada pak Satpam yang siaga menjaga kalau mamaku kesulitan. 
Pada waktu itu masih ada sistem kerja Work From Home (WFH) sehingga hanya 2 hari mama aku tinggal bekerja. Dan saat itu mama masih bisa berjalan pelan-pelan.
Aku tak bisa pungkiri walau kerepotan, harus mengurus mamaku dan suamiku sambil kerja dan kuliah juga, aku melakukannya tanpa beban.

Tapi di malam itu, besoknya mama harus kontrol ke Rumah sakit, jadi sesuai kesepakatan aku yang telah memohon kepada Awali agar mama dibolehkan tinggal bersamaku meski hanya sementara, berakhir di hari itu.
Aku tidak menyangka bahwa kuliahku berlangsung dengan cara yang tak biasanya. Dosenku mendikte pertanyaan dan kemudian kami selesaikan dalam waktu 20 menit setelah itu akan di tanya secara random, beliau juga bilang hal ini mempengaruhi nilai akhir.

Waktu menunjukkan pukul 20 sekian aku lupa, dimana Awali suamiku biasa tidur jam 21.00
Gelisah saja dia menyuruhku segera membereskan perlengkapan mamaku karena aku akan membawa mama ke rumah ka sely malam ini. 

Karena keadaan kuliahku yang tidak terduga ini, aku mencoba bernegosiasi dengan suamiku untuk diperbolehkan mamaku menginap semalam lagi, dan besok pagi ke rumah sakit berangkat dari sini (Bekasi).

Dengan wajah muramnya, dia bilang "ngga" dan segera memesankan grab car untukku dan mamaku.

Sampai mobil itu datang, aku mengikuti perkuliahan karena online via zoom, aku matikan kamera, sambil merapihkan barang2 mamaku, merapihkan mamaku, memakaikannya sweater agar tidak kedinginan, menyiapkan air minum hangatnya untuk di mobil. Sekai lagi suamiku sangat terburu-buru mengangkut barang2 mamaku ke dalam mobil. 

Pilu sekali hatiku, mamaku terdiam kebingungan. 
Setelah aku di mobil, dalam perjalanan malam itu aku menulis dengan guncangan jalanan dan diterangi lampu handphone, mamaku bilang "maafin mama ya de"
Aku tak hiraukan saat itu karena aku sedang dikejar waktu. 
Setelah selesai, perkuliahan pun selesai, aku masukan semua peralatan perkuliahanku dan minta maaf ke mamaku atas kelakuan suamiku. 
Tapi mama bilang " gapapa de, awal kan mau istirahat"
Sayang sekali mamaku padanya, tapi kenapa dia tidak sebaliknya pada mamaku.

Sampai detik ini pun aku masih saja menitihkan air mata jika mengingat malam itu padahal sudah 3 tahun berlalu.

Selasa, 02 Januari 2024

luruh

Hari ini, tanggal 2 Januari 2023.

Aku mendapat kabar bahwa mama mertuaku sudab lemas dan tidak mau makan. 

Kemarin tanggal 30 Desember aku datang dan menginap bersama Awali. Menggantikan posisi mba imah (ART lansia yang kami sewa) karena sedang minta cuti.

Aku tidur bersama mama mertuaku. Dia terus memegangi tanganku, sesekali bergerak pertanda minta minum atau minta di cek apakah pampersnya sudah penuh.
Sesekali aku berganti posisi tidur, aku tetap memegang tangannya.
Perlahan sejak beberapa hari lalu aku sudah mulai luluh, aku tidak lagi kesal padanya karena beliau tidak lagi marah-marah.

Tapi aku jadi sedih, melihatnya semakin lemas seperti melihag mamaku dulu yang juga lemas di saat pergantian tahun 2021 menuju 2022 terulang kembali saat ini pergantian tahun 2023 menuju 2024.

Rabu, 13 Desember 2023

Ribut Tidur

Minggu 10 Desember 2023

Lagi-lagi, aku menginap di rumah mama mertua ku.
Seperti biasa kalau malam aku tidur di dekat ibu mertuaku dan mba imah. 
Bersiap kalau-kalau malam mama mertuaku harus ganti pampers. 
Kakak iparku, mba septi tidur di kamarnya dengan pintu tertutup seperti biasa. 
Awali, suamiku tidur di kamar ibunya seperti biasa.
Tidak ada yang boleh mengganggu tidur anak-anaknya, kasarnya begitu.
Karena kalau aku membangunkan awali saat aku kesulitan, mama mertuaku selalu bilang "jangan bangunin awal, biarin dia tidur" dengen mata melotot ke arahku.

Jam 11 ganti pampers
Jam 12 ganti pampers, saat aku terbangun, ada mba septi yg membantu mba imah untuk ganti pampers mama mertuaku. Setelah selesai mba Septi kembali masuk kamar.
Jam 1 minta minum tapi mungkin mba imah dah aku terlalu pulas, tidak mendengar dia memanggil. 
Panggilan kedua, kami bangun berdua dan mba imah bergegas mengambil gelas minum, saat itu aku lihat mama mertuaku mengangkat tangannya seolah mau menampar imah. 
Sontak aku berkata sedikit lantang "Jangan ma !"
Awali terbangun, tp tidak keluar kamar. 
Aku wa awali. Aku bilang apa yg terjadi saat itu. 

Paginya awali meminta mba imah untuk tidur istirahat karena malamnya tidurnya tdk nyenyak.
Awali juga mencoba menasehati mamanya. 
"Ma, jangan sampe kita dzolim sama orang"
Respon mamanya sangat bikin kita geleng-geleng kepala 

"Astaghfirullah kamu nuduh mama dzolim, mama ngga dzolim wal"
Panjang lebar perdebatan Awali dengan mamanya.
Kemudian mama mertuaku menghampiri ku, dia bilang "Sel awal bilang mama dzolim, kamu jangan percaya ya mama bukan orang jahat"
Aku mencoba jelaskan "Awal cuma nasehati ma, engga nuduh"

Apa jawabannya ?
"Terlalu tajam menasehati begitu, mama ni kan orang tua, kasih tau lah suamimu"
Aku jawab
"Coba mama bilang sendiri itu kan anak mama"

Kalimat andalan pun keluar
"Yauda udah, abis ini kamu pada pulang aja sana"

Seketika raut wajah meminta di kasihani saat dia mengaku dirinya tidak jahat, berubah menjadi raut wajah orang paling jahat yang aku temui seumur hidupku. Ya wajah ibu mertuaku saat dia bilang "pulang sana!".

Perkara, aku dan awali meminta mba imah untuk tidur, istirahat karena malam dia kurang tidur. 
Ibu mertuaku tidak mau imah tidur, imah itu selalu di marahi kalau tidur.
Kata mama mertuaku "imah di bayar buat jagain mama bukan buat tidur"

Emang imah robot apa ? Belom lagi imah juga terkadang di jambak, di rendahkan keluarganya oleh mama mertuaku. Benar-benat bicara sudah se enak jidatnya. Orang lain dipaksa untuk menjaga perasaan mama mertuaku, sementara dia dengan dalih sudah tua dan sakit-sakitan jadi kalo ngomong apa adanya, harus maklum.

Dia bilang sudah tidak suka sama imah, udah sakit hati.
Aku buka kesalahannya "lupa mama pernah nyembur imah, emang imah ga sakit hati?"
Kemudian dia membuang muka, ada adegan pura-pura pingsan yang kami diamkan sampai ibu mertuaku bangun sendiri dan marah-marah sendiri kareba tidak di hiraukan dia pura-pura pingsan.

Astaghfirullah 

Kamis, 30 November 2023

Ibu Mertua

 Awali baru pulang ke Jakarta besok malam, sabtu 2 Desember 2023.


Biasanya sabtu pagi sampai minggu sore, aku dan Awali ke rumah mamanya (mertua ku) karena sedang sakit dan sangat haus perhatian jadi kami harus selalu kesana kalau tidak kerja.

Kakaknya awali sedang di mabuk asmara, katanya dia repot membersihkan rumah jadi tidak bisa merawat ibunya. kami (Aku, Awali, Mba Eka, Mas Ian, Mba Septi) patungan untuk mengambil perawat lansia dari sebuah yayasan (PT. ENI). Setiap hari 24 jam ibu mertua ku bersama mba Imah (Perawat lansia yang kami pekerjakan).

Karena Awali baru pulang sabtu malam, terpaksa aku akan ke rumah mertua ku sendiri pagi ini.

Kuatkan aku ya Allah, sabarkan aku menghadapi mertuaku yang ucapannya tidak hanya sering menyakiti hatiku, tapi juga orang2 di sekitarnya.

Minggu lalu kejadian pahit di alami kakak iparku mba Eka (Istrinya mas Ian)

Ribut saja ibu mertuaku bilang, Eka bodoh karena membiarkan anaknya duduk di depan motor kalau diajak pergi jalan-jalan sama mba Septi dan bang Hans (Pacarnya mba Septi).

Aku coba bela mba Eka, supaya berhenti lah ucapan kasarnya ibu mertuaku kepada mba Eka.

Aku tarik mba Septi ke hadapan ibu mertuaku. Sambil au bilang :

"Mba kalo nanti jalan2 sama bang Hans, assa ngga usah di ajak ya. Soalnya kata mama kalo diajak assa selalu duduk di depan takut masuk angin".

Sontak mba septi seperti tidaj suka aku menegurnya. Dia menjawab " oke, tapi kalo nanti Septi jalan sama Hans ga ajak Assa, bocahnya nangis Septi ga tanggung jawab" sambil dia mengangkat kedua tangannya seakan menyerah.

Ibu mertuaku membalasnya, "emang kalo Assa duduk di tengah kenapa ?"

Mba Septi menjawab "Lah tanya anaknya, mau ngga ? Nangis anaknya mau di depan"

Yauda oke clearrrrrr.

Mba Septi masuk ke ruang makan, ibu mertuaku yang sedang duduk santai di ruan lg tamu kemudian memberi isyarat supaya aku mendekatinya karena dia mau berbisik.

"Kemarin ngomongnya ngga begitu Septi. Katanya kurang mesra kalo assa di tengah"

Lalu aku jawab "mama kata siapa?"

"dia sendiri yang cerita sama mama" jawab ibu mertuaku.

"Yauda ngga udah di pikirin, nanti kalo sela tegor lagi malah jadi berantem" sahutku

"Yauda jangan, hebat kamu berani tegur Septi. Tapi nyesel mama bilang ke kamu. Nanti kamu pulang, besok mama tinggal sama dia habislah mama ga ada kamu yang belain"

Alih-alih memujiku seperti ini, semakin muak aku dengan sifat dan kelakuannya.

Dia kira aku akan diam saja seperti mba Eka yang bisa dia fitnah, di caci maki olehnya. Meskipun dia ibu mertuaku, Aku percaya Allah ngga tidur, Allah maha tau.

Sama juga kayak Firaun, istrinya ngga nurut sama suaminya, memang suaminya salah kok, balasan untuk istri yg membangkang suaminya adalah Surga, karena suaminya yang lebih dulu membangkang Tuhan.

Sama juga ibu mertuaku, meskipun dia orang tua, salah adalah dosa. Dan perlu untuk kita yanv waras meluruskan. Toh sebagai anak, kita juga ga mau orangtua kita nantinya punya sifat tercela, akan menambah dosanya, mempersulit dia mendapatkan kedamaian akhirat. Pasti kita mau sebagai anak, orangtua kita bahagia di akhirat.

Lancar sekali ibu mertuaku ini mencela, mencaci, menyumpahkan kalimat-kalimat buruk kepada anak kandungnya. Anak perempuan satu-satunya yang selama ini udah merawatnya bahkan sampai terlewat usia menikahnya karena calon laki-laki yang boleh menikahinya adalah yang sesuai dengan kriteria ibu mertuaku.

Baru ini aku menemukan seorang ibu dengan perangai iblis.

Kalau kepada orang lain, menantu atau siapalah yang bukan anak kandungnya masih bisa akalku menerima karakter jahat dari seorang ibu yang sudah rentah. Ini kepada anak kandung sendiri dan ketiga anaknya itu adalah anak-anak yang penurut dan berbakti, masih saja salah dimata ibunya.

Lepas dari kejadian aku menegur mba Septi, aku masuk menemui mba Septi dan meminta maaf, sambil aku menasihatinya. Janganlah hal-hal seperti bagaimana dia berpacaran dengan kekasihnya itu diceritakan ke ibunya. Apalagi cara berfikir ibunya sudah tidak lagi rasional. Hanya menambah masalah saja.

Astaghfirullah 


Rabu, 29 November 2023

Kamis, 30 November 2023

Kemarin awali dinas ke Yogyakarta, dan akan pulang hari sabtu, tanggal 2 Desember 2023.
Pagi ini morning greetingnya via whatsapp, biasanya langsung peluk.
Ya Ampun, kalau lagi sendirian begini terasa banget bahwa kehadiran Awali itu penting di hidup aku.
Sehatkan Awali dan lancarkan rezekinya ya Allah. Aamiin

Jumat pagi, 1 Desember 2023
Gak sabar menunggu Awali besok pulang.

Selasa, 14 November 2023

Yulicia Heni Setiawan

Cidaaannn

Begitu sih panggilannya sejak 2013 saat aku dan teman2 duduk di kelas A. Kuliah dengan program studi DIIi Akuntansi Sektor Publik Universitas Trisakti.

Rasanya aku tak berlu bercerita panjang lebar tentang perkuliahanku, aku hanya ingin mengenalkan Yulicia kepada pada pembaca blog setiaku, yang senantiasa menunggu ceritaku.
Minggu tanggal 5 November 2023 Yulicia menggelar acara resepsi pernikahannya, hanya aku dan Efah (Syarifah Mudarsih) yang di undang mewakili DIII ASP.
Cantik sekali Yulicia 💞

Aku datang dengan suamiku yang juga mengenal Yulicia

Aku dan suamiku berfoto dengan Azwa (putri pertama Efah dan Adi)
aku dan Yulicia memiliki tanggal ulang tahun yang berdekatan. Aku 8 Juli, sementara Yulicia 7 Juli 😆

ini potret aku dan Yulicia saat kami berlibur ke Dufan tahun 2014 dengan teman-teman satu kelas, happy banget. Semoga nanti kita bisa main bareng lagi yaaa. Aamiin ☺️

Remina Sinaga

Remina Sinaga

Satu-satunya orang yang sebaya denganku saat kelas pertama kuliah online di Universitas Sahid.
Dia bekerja sebagai Teller di Bank BRI.
Lucu dan cuek anaknya, sedikit mageran juga tapi cantik 😋
satu Dosen pembimbing denganku, membuat hubungan kami semakin dekat, haha lucu sekali kalau aku ingat perjuangan untuk bisa bimbingan dengan pak Tries. Menurutnya aku lebih dipermudah oleh pak Tries, sementara dia dipersulit padahal semua itu tergantung pada judul, topik, dan metode penelitian yang kita ambil untuk skripsi. 
Aku sempat hadir di hari sidangnya dan kami berfoto bersama 🥳

Sarjana Akuntansi

Hii,
Tiba-tiba aku teringat perjuanganku untuk mendapat gelar Sarjana Akuntansi. Dua tahun sudah ku sisihkan waktu dan penghasilanku untuk melanjutkan kuliah.

Universitas Sahid, menjadi kampus pilihanku waktu itu.
Aku teringat dengan Dosen mata kuliah Metodologi penelitian (Metlit) yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) S1 Akuntansi, bu Dewi Anggraini namanya. Sosok yang baik, cerdas, lugas dan cukup bijaksana di mataku. Beliau menjadi Dosen penguji utama saat aku sidang skripsi, di dampingi oleh bu Endang sebagai Dosen penguji kedua dan pak Tries Handriman Jamain sebagai Dosen pembimbingku. 
Bu Dewi biasa memanggilku "Truly". Bu Dewi juga bilang dia senang melihat aku aktif di kelas. Bu Dewi memberiku nilai A pada mata kuliah Metlit. Saat mengetahui bahwa mama dan papaku sudah berpulang seperti yg tertulis dalam lembar kata pengantar skripsiku, dia terlihat seperti mengasihaniku. Tapi dalam sekali perasaan itu mungkin sehingga aku malah nyaman di buatnya.
bu Dewi memakai baju kotak-kotak biru, sementara bu Endang memakai batik merah dan pak Tries di sebelahnya.
Satu minggu setelah sidang ku terlaksana, tiba-tiba kabar duka datang dari grup besar Kampus memberitahukan bahwa ibu Dewi Anggraini telah berpulang ke Rahmatullah. Sedikit kurang percaya ku perhatikan kata demi kata. Ku kira, ibunda dari beliau tapi ternyata bukan. Seketika air mataku berlinang, betapa aku merasa sangat dekat dengannya. Dalam pertemuan yg bisa dibilang singkat, aku sudah bisa sayang padanya. 
Ketika alamat rumah beliau di sebarkan, tertegun kembali aku, ternyata rumahnya berdekatan denganku. Beliau tinggal di perumahan CRV residence yg hanya berjarak 1 km dengan rumahku Cluster Alifia Residence 2.

Singkat sekali pertemuan ku dengan ibu yang sangat baik itu, lapangkanlah kuburnya ya Allah, terimalah amal ibadahnya, aku menjadi salah satu dari banyaknya saksi bahwa beliau mengajar dengan sangat baik, jelas, mudah di pahami dan menanamkan hal-hal positif kepada mahasiswanya. 
Rindu sekali Truly sama ibu Dewi. Al-fatihah 

Graduation 31 Mei 2023

Aku tidak merayakannya. Aku memutuskan untuk menjalani operasi Kista Ovarium. 
Aku punya teman dekat yang bernama Remina Sinaga.
Absen kami pun berdekatan, dia mengirim pesan untukku di hari itu :
Temanku yg cantik dan baik, waktu aku kuliah DIII - ASP di Trisakti, aku juga punya teman dekat namanya Yulicia Heni Setiawan.
Nanti aku ceritakan yaa tentang mereka. 
Temanku ini sama2 orang medan dan Kristiani.
Kami berteman baik meskipun tidak seiman.
Semoga kalian sehat selalu, teman-temanku. Aamiin

Kamis, 02 November 2023

Unit Dana Hibah (UDH)

Awali pulang kerja.
Ini adalah hari kedua dia bekerja di unit yang baru.
Sambil makan malam, dia bercerita :
🧑 : aku hari ini dikuliahin sama mba Sani
(panjang lebar dia ceritakan kembali apa saja yang mba Sani sampaikan padanya) 
Menarik sekali pembahasannya, sangat kritis dan penuh arti.
🧑 : terus aku di tanya, "udah paham kan sekarang?"
🧑 : aku bilang, ya nanti kalo kurang-kurang tinggal tanya mba Sani lagi, terus dia bilang "nah gini nih anak muda jaman sekarang, nih udah gue kasih bekel (bekal) dipelajarin di rumah beneran". aku dikasih kertas sama mba Sani kamu mau liat nih kertasnya. 
(Segera di tunjukkan padaku kertas yang ada dalam ranselnya)
🧕 : 🤣🤣🤣🤣🤣
Akupun tertawa terbahak-bahak. Tapi Awali tidak tertawa, dia masih memandangi kertas itu dan berkata
🧑 : gimana coba ini, dia ngejelasin (menjelaskan) sambil nyore-nyoret. Tapi aku masih ngerti kalo aku liatin baik-baik sih.

Spele sih kejadian ini, tapi aku heran kok awali bisa ya ngga ketawa liat coretan ini 🤣

Rabu, 04 Oktober 2023

Mama mampir

Siang ini, hari kamis 5 Oktober 2023 tepat jam 13.00
Aku terbangun dari ketidaksengajaan tidur siangku.

Hari ini aku tidak berangkat ke kantor, karena kemarin aku menstruasi dan pagi tadi terasa sakit sekali perutku, seperti di sayat-sayat. Kakipun tak sanggup untuk berdiri menahan sakit ini, hanya sanggup terperungkuk seperti udang.

Aku masih bisa bekerja dari rumah. Aku sudah makan siang dan saat sedang mengutak-atik laptop, aku mengantuk. Akhirnya ku jauhkan laptopku dan aku mengambil bantal untuk ku peluk.
Aku tertidur langsung dengan posisi setengah tengkurap ke arah kiri. Tangan kiri berada di bawah dan tangan kanan memeluk bantal.

Aku bermimpi, suasana di teras depan rumah nenekku yang ada di Jakarta Barat, suasana disiang hari yang damai terasa angin semilir, dengan sinar matahari yg menyinari beberapa pepohonan yang ada di kebun nenekku. (Suasana sebelum tahun 2010, karena setelah itu teras dan kebun nenek ku dijual dan sudah menjadi kontrakan)

Mama memakai kaos polo warna ungu yang biasa mama pakai dan duduk di lantai menyender pada pinggir teras dengan kaki bersila, kepalaku berbaring di pangkuan mama.
Mama mengusap kepalaku dan membelai rambutku, seperti dulu waktu aku kecil, kepalaku pernah di hinggapi kutu dan mama sangat antusias untuk mencari kutu di rambutku. 
Aku terbangun dari pangkuan mama dan memandangi wajah mama, terasa sangat nyata aku bertanya pada mama "disini aja ya ma, ya ma, mama disini aja ya"
Mama menunduk saja, sampai aku tunggu mata mama mengarah ke mata ku. Lama sekali jawabannya "disini aja ya ma" lalu tangan kananku memegang pipi mama supaya mama menoleh ke arahku.
Lalu mama menjawab "ngga mau ah, mama cape bangun malem terus" dengan nada kesalnya yang khas, suaranya aku kenal sekali, aku rindu sekali suara mama.
Aku peluk mama dan mengusap punggungnya, terasa tulang-rulang punggungnya yang sudah menonjol, hatiku seketika bersedih dan aku menangis.

Lalu aku terbangun dari mimpiku dengab posisi memeluk bantal yang terasa nyaman seperti di mimpiku memeluk mama. Benar2 tidak ingi aku lepas bantal ini dan aku menangis sejadi-jadinya siang ini.
Aku segera mengirimkan Al-fatihah untuk mama dan berdoa agar Allah mempertemukan aku dengan mama di akhirat kelak, dan mamasukkan kami ke dalam Surga. 
Ridhoilah hamba bertemu dengan ibu hamba nanti ya Allah, selamatkanlah kami ya Allah, sampaikan salam rinduku untuk mama hari ini ya Allah. Aaamiin

Dan mengambil hp untuk mengabadikan mimpi ini dalam blog ku.

Jumat, 08 September 2023

Tired

Ya Allah hari ini aku merasa lelah sekali. 

Kebanyakan orang mungkin akan senang jika sudah hari Jumat, karena mereka akan berlibur di hari Sabtu dan Minggu. 

Sekedar berkumpul bersama keluarga, dengan teman-teman ataupun me time. Menenangkan fikiran setelah Weekday bekerja, bertemu kemacetan, menyelesaikan berbagai permasalahan di tempat bekerja.

Tapi tidak bagi aku dan suamiku.
Senin sampai Jumat yang terasa penat itu masih lebih kami rindukan daripada setiap Sabtu dan Minggu.

Dari Jumat malam, aku dan suamiku selalu bergegas ke rumah ibunya, kami diharuskan menginap disana sampai hari minggu. 

Minggu malam baru kami pulang karena senin harus bekerja.

Mungkin jika rutinitasku di rumah itu bersifat positif, akan terasa menyenangkan. Masak bersama kakak iparku untuk kami makan bersama. Merawat ibu dan bapak yang sudah sangat sulit beraktivitas sendiri, bercanda berkumpul bersama, mungkin week end ku akan menjadi hari yang selalu aku nantikan. 
Tapi kenyataannya, hal positif itu hanya sedikit, lebih banyak aku merasakan hal-hal negatif disana, mendengarkan keburukan tetangga yang belum jelas kebenarannya, yang kulihat semua orang salah di mata ibunya. Sehingga aku bingung harus bagaimana, kakak iparku juga sudah mulai sering menangis karena senin sampai jumat dimarahi terus. Kakak iparku senang kalau aku dan suamiku datang. Karena berkurang dimarahinya.

Tidak tersurat kalimat keharusan itu dari ibu mertuaku tapi menjadi sebuah ancaman karena semakin lama aku mengenal ibu mertua ku, dan selama itu aku menjadi pendengar setiap keluh kesahnya. 

Bukan seperti ibuku yang malah tidak ingin merepotkan anak-anaknya. Tapi sebaliknya, mertuaku adalah orang tua yang sangat ingin anaknya tidak melupakan jasa-jasanya. 

Cerita - cerita itu selalu terngiang di telingaku, bagaimana sumpah serapahnya kepada orang-orang yang menurutnya telah menyakiti hatinya. Seram sekali aku mendengar ucapan itu keluar dari bibir seorang ibu yang sudah sangat rentah dan bahkan tubuhnya tak berdaya. 

Hanya bibirnya saja yang terlihat sehat, membicarakan orang lain terus. 

Aku lelah sekali menjalani rutinitas ini sejak kepergian ibuku, 4 April 2022.
Sejak hari itu, terngiang selalu mertuaku bilang. Orang tua harus di jaga selagi masih hidup. 

Padahal dulu, waktu ibuku sakit. Repot dia juga mengeluh sakit, membuat aku dan suamiku bingung.

Akhirnya aku mengurus ibuku sendiri. 
Kubiarkan suamiku mengurus ibunya yang bibirnya selalu mengucap sakit, padahal masih bisa memilih mana makanan enak. Sementara sakit yg ibuku derita, jangankan memilih makanan, menelan makanan saja terasa sulit, berjalan sendiri sudah tidak mampu, harus di topang. Ibuku saat itu sudah pakai pampers. 
Masih pun mertuaku membiarkan aku mengurus ibuku tanpa ditemani suamiku. 

Ah sudahlah, aku ingin sekali memaafkan dia.
Tapi pasti kalimatnya adalah, memang dia salah ? Apa yang harus dimaafkan ? Kesalahan yang mana ?

Hanya karena pepatah "Surga istri ada pada ridho suaminya, Surga suami ada pada ridho ibunya"
Lantas apakah dengan begitu ibu mertuaku akan selalu benar ?
Bagaimana dengan nasib ibuku?
Ibu yang sudah merawatku sehingga bisa menjadi wanita yg dipilih oleh anak laki-lakinya ? 
Aku yg nantinya merawat anak laki-lakinya.
Tidakkah ibu mertuaku mengajarkan kepada anak laki-lakinya, cara berterimakasih kepada ibuku ?
Tidakkan dia, sebagai orangtua dan wanita, menghargai ibuku yang juga masih ingin mendapatkan perhatianku?

Egois sekali ibu mertuaku.
Ya Allah, jika bakti ku pada ibu mertuaku dan suamiku ini dapat Engkau nilai pahala. Maka berikanlah pahala ini kepada ibuku, karena selama aku menikah, dia selalu mengalah pada ibu mertuaku.
Aku tidak boleh pulang menemui ibuku, ibuku hanya bilang "iya gppa, video call aja kita"

Terisak lagi hatiku setiap mengingat kejadian itu.
Lapangkan kubur ibuku ya Allah, sayangi ibuku ya Allah. Pertemukanlah aku dan ibuku di akhirat kelak ya Allah. Masukkanlah kami di Surga Mu dengan pintu Rahmat Mu ya Allah. Aamiin

Sabtu, 10 Juni 2023

Bebek Kaleyo

 Hello..

Happy banget malam ini aku kedatangan bocil-bocil rusuh.

Keponakan aku, Nada dan Aurel.

Malam ini ka Sely, suaminya dan anak-anaknya tiba di rumahku tepat habis magrib

senang sekali bisa makan bersama dan berkumpul bersama mereka ❤️

Sebagian orang dengan karakternya mungkin akan berkata "makan kaya gitu aja di foto segala"

Padahal, tujuan kami berfoto bukan fokus pada apa yang kami makan, tapi pada kebersamaan dengan orang-orangnya yang lengkap seperti ini adalah monent yang sangat jarang terjadi karena lokasi tempat tinggal kami berjauhan sehingga pada waktu-waktu seperti ini rasanya sangat ingin sekali kami mengabadikannya. ❤️🙆

Jumat, 09 Juni 2023

Tuberkulosis

 Kakak kedua dari suamiku.

Sejak pertama aku mengenalnya sebagai sosok anak yang penurut, aku selalu terkagum padanya. Tak pernah dia lekang dari sisi ibunya. Bahkan untuk seorang pasangan hidup pun diserahkan kepada kriteria ibunya. Sudah banyak cerita tentangnya yang aku selipkan dalam beberapa judul ceritaku.

Dia kakak yang baik, terutama padaku. 

namun hari ini dia melontarkan kata-kata yang cukup menyakiti hatiku. Perihal ibunya yang sakit paru-paru. Keadaaannya semakin sensitif, sehingga aku dan suamiku diperingatkan kalau bertemu dengan ibunya, jangan ada jarak ataupun sampai terlihat seperti orang yang takut tertular penyakit, jika gelagak itu terjadi sedikit saja, maka kami akan di usir.

Sepertinya ada yang terlupa olehnya, bahwa aku ini pernah merawat ibuku, yang bahkan sudah di vonis dokter menderita TBC dan menular, diagnosa ibunya ini bukan mengarah kepada penyakit menular. Apakah iya aku akan bersikap seperti orang lain ? padahal itu adalah ibu mertuaku sendiri ?

Dulu, saat mamaku sakit, orang-orang sangat pandai mengajariku cara merawat orang TBC agar tidak tertular. Mereka takut kalau nanti aku malah tertular dan menularkan ke yang lain juga. Dokter spesialis paru yang menangani mamaku cukup bijak. Mamaku di edukasi untuk sama-sama saling menjaga, sehingga aku hanya perlu menjaga perasaan mamaku. Alhamdulillah mamaku pun tidak menjadi orang yang sensitif, saat berbicara kami berbincang seperti biasa, namun saat mama batuk, mama akan reflek menutup mulutnya dan menjauh dariku. Tanpa perlu aku yang menjauhinya.

Entahlah, aku percaya ini adalah cobaan untukku. Semoga Allah memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan-kesulitanku. Akupun akan membuktikan bahwa aku tidak akan memperlakukan orangtua seperti itu. Seumur hidupku, mamaku selalu mengajarkan kasih sayang kepada orang tua dengan benar, Sekalipun kepada orang lain.

Terimakasih mamaku 

Sabtu, 03 Juni 2023

Rumah Idaman

Jum'at, 2 Juni 2023

Akhirnya aku boleh pulang. 
Alhamdulillah ya Allah suami ku super sekaliiiii.
Pagi ini jam setengah 7 pagi dia sudah menyuapi aku sarapan terakhirku di Rumah Sakit, dilanjut dengan dia mencari sarapan sendiri di sekitar RS. Jam 10 dia bergegas ke rumah ibunya untuk mandi dan sholat jumat.
Dokterku datang di jam 12 siang, dan baru membolehkan aku pulang setelah beliau memeriksa keadaanku.
Aku langsung menghubungi suamiku agar dia meninggalkan motornya di rumah ibunya karena kami akan pulang naik grab car. Lalu jawabannya "buru2 ngga disuruh pulangnya ? Aku mau makan siang dulu sama nyiapin makan untuk mama sm bapak, mba Septi lagi ke Naga Swalayan" aku yg mendengarnya pasti ku jawab "iya gppa ga buru2 kok, tenang aja rapiin dulu yg di rumah".

Alhamdulillah puji syukur aku ya Allah, suamiku sangat berbakti pada keluarganya, sayang telaten menjaga dan merawat aku. Sehatkanlah suamiku ya Allah, lindungilah dia dan bukakanlah banyak pintu rezeki untuknya. Aamiin.

Sesampainya suamiku di RS, dia langsung bergegas merapikan barang2 sampai jadi 5 tas, banyak juga yaaa huhu 🥲
Lalu membantuku mengganti pakaian, dan mendorong kursi rodaku menuju mobil grab car. Barang2 kami dibantu oleh OB RS. 

Dan, welcome home

Sampai juga aku di rumahku. Tempat tinggal ternyaman bersama suami idaman. ❤️
Dengan sigap dia menyapu, membereskan pakaian2 dari RS dan segera mencucinya di mesin cuci. Dia juga yg menjemur pakaian. Kalau setrika, aku sudah mempekerjakan tetangga rumah ku yg mau membantuku untuk bersih2 rumah dan nyetrika mulai tanggal 2 juni sampai 14 juni. 
Hari ini dia datang habis magrib karena sedang pergi ke rumah saudaranya. Jd sebelum dia datang, suamiku sempat beres2 dulu. 
Sorenya badanku di lap oleh suamiku karena aku masih belum boleh mandi. Jadi aku hanya sikat gigi dan cuci muka, ditambah suamiku mengelap seluruh badanku karna aku masih kesulitan menunduk.
Kemudian jam 7 malam suamiku mengambil pesanan makan malamku. Ikan gabus goreng sekalian dia keluar beli makan malam. 

Biasanya kami makan bersama, tapi kali ini aku yg makan duluan. Lagi2 suamiku sangat mentreat aku dengan baik dan penuh canda. 😂 Tapi canda kali ini menyakitkan sekali, karna kalau aku tertawa perutku sakit sekali seperti jahitan mau lepas 🥲

Setelah aku makan dan minum obat, barulah suamiku menyantap makan malamnya. 

Lalu dia main game sebentar, tak lupa untuk sholat isya dan berdoa kemudian dia ke kamar dan mengajak tidur.

Dia pun mengingatkan aku utk baca doa sebelum tidur seperti anak kecil, menepuk-nepuk pahaku dan berkata " ayo tidur baca doa dulu"

Di rumah ini, aku merasa sangat tenang, bahagia tinggal di dalamnya dengan nyaman, rumah yang dihadiahkan oleh suamiku, dia beli dari sebelum kami menikah dan bertanya padaku "uang aku sisa segini cukup buat nikah ngga?"

Bersyukur sekali aku memiliki suami dengan pemikiran yang sangat dewasa seperti Awali, padahal usianya lebih muda dari aku. 

Walaupun sempat 1 tahun tinggal di rumah mertuaku karena rumah ini masih di bangun, semua itu membuat aku memiliki banyak pengalaman. 
Bagaimana rasanya tinggal di rumah mertua dan bagaimana rasanya tinggal di rumah sendiri hanya berdua dengan suami.

Ah enaknya tinggal di rumah sendiri. Mau bermesra-mesraan pun ngga takut dilihat orang. 
Dan rumah tangga jadi semakin harmonis, perekonomian semakin tertata, suamiku semakin bertanggung jawab.
Ya Allah aku syukuri segala nikmat dan karunia Mu padaku ya Allah. Tetapkanlah suamiku sebagai pasanganku di dunia dan di akhirat kelak. Izinkan aku dan suamiku masuk ke dalam Surga-Mu ya Allah. Aamiin