Rabu, 07 Januari 2026
Histeroskopi Operatif
Rabu, 14 Mei 2025
Impianku
Kamis, 10 April 2025
jemari suamiku
Jumat, 07 Juni 2024
Tetap Semangat
Minggu, 3 Maret 2024
Tepat 10 hari aku terlambat datang bulan, aku memberanikan diri untuk Testpack setelah 3 tahun pernikahan selalu garis satu.
Hari itu Allah membuatku gemetar takjub..
Allahu Akbar, Alhamdulillah ya Allah tak henti-henti aku mengucap syukur.
Aku sampai memanggil Awali untuk memastikan bahwa aku tak salah lihat, bahkan sampai 3 alat TP yang aku coba.
Selasa, 5 Maret 2024
Tepat 40 hari ibu mertuaku sudah tiada.
Ibu tersayangnya suamiku.
kami anak-anak mama akan mengadakan pengajian kecil di rumah, aku dan Awali mengambil cuti di kantor. Pengajiannya akan dilaksanakan di malam hari sehingga pagi nya aku dan Awali menyempatkan diri untuk ke Rumah Sakit Karunia Kasih untuk memastikan apakah aku benar hamil.
Tiba disana aku di USG Transvaginal, tapi di layar aku tak melihat tanda2 apapun. Dokter bilang sudah terjadi penebalan dinding rahim, dan sepertinya aku benar hamil, mungkin karena baru 5 minggu (perhitungan dari tanggal hari pertama haid terakhir) jadi belum terlihat apapun. Aku di kasih resep obat microgest 200mg kapsul warna kuning (penguat kandungan), Folamil Genio, dan Vitamin D3.
Hari-hari aku lewati dengan penuh kegembiraan.
Aku kembali ke RS Karunia Kasih di tanggal 12 Maret 2024
Hasilnya masih sama, masih penebalan dinding rahim, Dokter memintaku untuk kembali lagi seminggu kemudian. Aku sudah membuat janji untuk datang lagi di tanggal 17 Maret 2024.
Qadarullah, Astaghfirullahal 'adzim.
Aku harus lebih bersabar dan tabah tanggal 16 Maret 2024 saat waktu berbuka, aku mengalami keram hebat dan sakit seperti ingin BAB.
cukup lama aku berjongkok karena perutku masih sakit walaupun tak ada apapun yang keluar.
tak lama kemudian keram itu perlahan hilang, dan keluarlah darah setetes, 2 tetes, segumpalan darah yg besar, dimana setelah gumpalan itu keluar perutku tak lagi keram.
Aku segera memanggil suamiku, memintanya untuk mengambil gumpalan itu yang sempat jatuh ke lubang WC yang berlumur darah.
Suamiku datang dan terkejut, wajahnya seketika pucat dan tangannya gemetar.
Aku memintanya menggunakan plastik dan tangan kiri untuk mengambil gumpalan itu.
Sambil memberanikan diri, dia tanya padaku "kamu ngga ee kan?"
"wkwk, enggaaaaa" jawabku sambil tertawa karena pertanyaan random itu.
ketika diambil, mulutnya tak berhenti mengucap sampai dibawa keluar kamar mandi gumpalan itu "aduuh aduuhh, iya bener ini berasa ya Allah ini apaan astaghfirullah innalillahi"
barulah aku sedih dan menangis mendengar ucapan terakhirnya.
Minggu, 10 Maret 2024
H-1 Ramadhan
Minggu, 25 Februari 2024
New Journey
Welcome February 2024
aku dan awali baru memulai perjalanan baru.
Perjalanan menjadi manusia yang baru.
Innalillahi WA inna ilaihi rajiun.
Ibu mertuaku telah berpulang pada hari Jumat, 26 Januari 2024.
Semoga beliau husnul Khotimah, Allah terangkan kubur nya. Aamiin
Aku teringat saat2 aku menatap mata ibu mertuaku, aku marah saat itu, dan dia berkata perkataan yang menyakiti hatiku.
Marahku saat itu menjadi hal yang aku sesali saat ini. Maafin sela ya ma.
Sela bukan menantu yang baik.
Sekarang sela akan berusaha perbaiki sifat sela.
Makasih mama udah izinin Sela jadi menantu mama.
Minggu, 07 Januari 2024
Pilu
Selasa, 02 Januari 2024
luruh
Rabu, 13 Desember 2023
Ribut Tidur
Kamis, 30 November 2023
Ibu Mertua
Awali baru pulang ke Jakarta besok malam, sabtu 2 Desember 2023.
Biasanya sabtu pagi sampai minggu sore, aku dan Awali ke rumah mamanya (mertua ku) karena sedang sakit dan sangat haus perhatian jadi kami harus selalu kesana kalau tidak kerja.
Kakaknya awali sedang di mabuk asmara, katanya dia repot membersihkan rumah jadi tidak bisa merawat ibunya. kami (Aku, Awali, Mba Eka, Mas Ian, Mba Septi) patungan untuk mengambil perawat lansia dari sebuah yayasan (PT. ENI). Setiap hari 24 jam ibu mertua ku bersama mba Imah (Perawat lansia yang kami pekerjakan).
Karena Awali baru pulang sabtu malam, terpaksa aku akan ke rumah mertua ku sendiri pagi ini.
Kuatkan aku ya Allah, sabarkan aku menghadapi mertuaku yang ucapannya tidak hanya sering menyakiti hatiku, tapi juga orang2 di sekitarnya.
Minggu lalu kejadian pahit di alami kakak iparku mba Eka (Istrinya mas Ian)
Ribut saja ibu mertuaku bilang, Eka bodoh karena membiarkan anaknya duduk di depan motor kalau diajak pergi jalan-jalan sama mba Septi dan bang Hans (Pacarnya mba Septi).
Aku coba bela mba Eka, supaya berhenti lah ucapan kasarnya ibu mertuaku kepada mba Eka.
Aku tarik mba Septi ke hadapan ibu mertuaku. Sambil au bilang :
"Mba kalo nanti jalan2 sama bang Hans, assa ngga usah di ajak ya. Soalnya kata mama kalo diajak assa selalu duduk di depan takut masuk angin".
Sontak mba septi seperti tidaj suka aku menegurnya. Dia menjawab " oke, tapi kalo nanti Septi jalan sama Hans ga ajak Assa, bocahnya nangis Septi ga tanggung jawab" sambil dia mengangkat kedua tangannya seakan menyerah.
Ibu mertuaku membalasnya, "emang kalo Assa duduk di tengah kenapa ?"
Mba Septi menjawab "Lah tanya anaknya, mau ngga ? Nangis anaknya mau di depan"
Yauda oke clearrrrrr.
Mba Septi masuk ke ruang makan, ibu mertuaku yang sedang duduk santai di ruan lg tamu kemudian memberi isyarat supaya aku mendekatinya karena dia mau berbisik.
"Kemarin ngomongnya ngga begitu Septi. Katanya kurang mesra kalo assa di tengah"
Lalu aku jawab "mama kata siapa?"
"dia sendiri yang cerita sama mama" jawab ibu mertuaku.
"Yauda ngga udah di pikirin, nanti kalo sela tegor lagi malah jadi berantem" sahutku
"Yauda jangan, hebat kamu berani tegur Septi. Tapi nyesel mama bilang ke kamu. Nanti kamu pulang, besok mama tinggal sama dia habislah mama ga ada kamu yang belain"
Alih-alih memujiku seperti ini, semakin muak aku dengan sifat dan kelakuannya.
Dia kira aku akan diam saja seperti mba Eka yang bisa dia fitnah, di caci maki olehnya. Meskipun dia ibu mertuaku, Aku percaya Allah ngga tidur, Allah maha tau.
Sama juga kayak Firaun, istrinya ngga nurut sama suaminya, memang suaminya salah kok, balasan untuk istri yg membangkang suaminya adalah Surga, karena suaminya yang lebih dulu membangkang Tuhan.
Sama juga ibu mertuaku, meskipun dia orang tua, salah adalah dosa. Dan perlu untuk kita yanv waras meluruskan. Toh sebagai anak, kita juga ga mau orangtua kita nantinya punya sifat tercela, akan menambah dosanya, mempersulit dia mendapatkan kedamaian akhirat. Pasti kita mau sebagai anak, orangtua kita bahagia di akhirat.
Lancar sekali ibu mertuaku ini mencela, mencaci, menyumpahkan kalimat-kalimat buruk kepada anak kandungnya. Anak perempuan satu-satunya yang selama ini udah merawatnya bahkan sampai terlewat usia menikahnya karena calon laki-laki yang boleh menikahinya adalah yang sesuai dengan kriteria ibu mertuaku.
Baru ini aku menemukan seorang ibu dengan perangai iblis.
Kalau kepada orang lain, menantu atau siapalah yang bukan anak kandungnya masih bisa akalku menerima karakter jahat dari seorang ibu yang sudah rentah. Ini kepada anak kandung sendiri dan ketiga anaknya itu adalah anak-anak yang penurut dan berbakti, masih saja salah dimata ibunya.
Lepas dari kejadian aku menegur mba Septi, aku masuk menemui mba Septi dan meminta maaf, sambil aku menasihatinya. Janganlah hal-hal seperti bagaimana dia berpacaran dengan kekasihnya itu diceritakan ke ibunya. Apalagi cara berfikir ibunya sudah tidak lagi rasional. Hanya menambah masalah saja.
Astaghfirullah
Rabu, 29 November 2023
Kamis, 30 November 2023
Selasa, 14 November 2023
Yulicia Heni Setiawan
Remina Sinaga
Sarjana Akuntansi
Kamis, 02 November 2023
Unit Dana Hibah (UDH)
Rabu, 04 Oktober 2023
Mama mampir
Jumat, 08 September 2023
Tired
Sabtu, 10 Juni 2023
Bebek Kaleyo
Hello..
Happy banget malam ini aku kedatangan bocil-bocil rusuh.
Keponakan aku, Nada dan Aurel.
Malam ini ka Sely, suaminya dan anak-anaknya tiba di rumahku tepat habis magrib
senang sekali bisa makan bersama dan berkumpul bersama mereka ❤️Jumat, 09 Juni 2023
Tuberkulosis
Kakak kedua dari suamiku.
Sejak pertama aku mengenalnya sebagai sosok anak yang penurut, aku selalu terkagum padanya. Tak pernah dia lekang dari sisi ibunya. Bahkan untuk seorang pasangan hidup pun diserahkan kepada kriteria ibunya. Sudah banyak cerita tentangnya yang aku selipkan dalam beberapa judul ceritaku.
Dia kakak yang baik, terutama padaku.
namun hari ini dia melontarkan kata-kata yang cukup menyakiti hatiku. Perihal ibunya yang sakit paru-paru. Keadaaannya semakin sensitif, sehingga aku dan suamiku diperingatkan kalau bertemu dengan ibunya, jangan ada jarak ataupun sampai terlihat seperti orang yang takut tertular penyakit, jika gelagak itu terjadi sedikit saja, maka kami akan di usir.
Sepertinya ada yang terlupa olehnya, bahwa aku ini pernah merawat ibuku, yang bahkan sudah di vonis dokter menderita TBC dan menular, diagnosa ibunya ini bukan mengarah kepada penyakit menular. Apakah iya aku akan bersikap seperti orang lain ? padahal itu adalah ibu mertuaku sendiri ?
Dulu, saat mamaku sakit, orang-orang sangat pandai mengajariku cara merawat orang TBC agar tidak tertular. Mereka takut kalau nanti aku malah tertular dan menularkan ke yang lain juga. Dokter spesialis paru yang menangani mamaku cukup bijak. Mamaku di edukasi untuk sama-sama saling menjaga, sehingga aku hanya perlu menjaga perasaan mamaku. Alhamdulillah mamaku pun tidak menjadi orang yang sensitif, saat berbicara kami berbincang seperti biasa, namun saat mama batuk, mama akan reflek menutup mulutnya dan menjauh dariku. Tanpa perlu aku yang menjauhinya.
Entahlah, aku percaya ini adalah cobaan untukku. Semoga Allah memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan-kesulitanku. Akupun akan membuktikan bahwa aku tidak akan memperlakukan orangtua seperti itu. Seumur hidupku, mamaku selalu mengajarkan kasih sayang kepada orang tua dengan benar, Sekalipun kepada orang lain.
Terimakasih mamaku

