Senin, 22 Juni 2026

Day 1

Sampai juga di hari ini
4 hari sebelumnya aku belajar menyuntikkan fostimon ke perutku sendiri, dengan keyakinan penuh dan kepercayaan diri bahwa aku mampu melakukannya. 
Gak ada basic perawat, tapi aku berhasil melawan keraguanku. 
Hari ini suntik ovidrel di jam 6 pagi, dibantu suamiku dan dengan penuh harap kepada Allah, semova Allah lancarkan dan mudahkan niat baik kami. 
Usaha kami maksimalkan, hasilnya kami pasrahkan pada-Mu ya Allah. 
Takdir apapun itu pasti Engkau beri yg terbaik utk kami, karena kehidupan di dunia ini hanya sementara, yang abadi hanya di akhirat. Maka bahagia kan lah kami di akhirat yang utama ya Allah. Aamiin 

Minggu, 14 Juni 2026

Brigita P. Widyarini

Halooo, 
Sedikit cerita tentang perjalanan karirku. 
2015 adalah awal aku menapakkan kaki di Kantor Kementerian Perhubungan. 
Menyandang status Honorer, lowongan yg waktu itu di layangkan oleh mba Mila dan ditawarkan kepadaku melalui kak Bahri. 
Aku yang saat itu bermodalkan ijazah SMA, dengan kesepakatan gaji Rp. 700.000 per bulan. 
Ku terima dari pada ku menganggur. 

Allah selalu membersamai langkahku, aku tak benar2 mendapat Rp. 700.000 per bulan, bahkan berkali - kali lipatnya atas apapun output yg telah aku kerjakan. Aku bersyukur ya Allah, terima kasih atas rezekimu. 

Sejak saat itu perekonomian keluargaku berubah, mamaku sangat menyukai dan membanggakan pekerjaanku ini. 
Aku bisa membantu mamaku, kakakku, nenekku, tante ku dan banyak teman2ku. 

Suatu hari aku membuat kesalahan di tahun 2017 yang cukup membuatku ingin segera resign dari tempat ini. 
Aku di marahi oleh salah satu pegawai yang bernama Brigita P. widyarini karena aku salah dalam bekerja. Namun entah mengapa saat itu aku sangat malu dan takut, sampai aku tak sanggup melihat ke arahnya setiap kali kami berpapasan. 

2018 aku sudah tidak lagi bekerja di Direktorat Bandar Udara, aku pindah ke BPOM karena saat itu terbuka lowongan utk Honorer di Bagian Keuangan, berdasarkan informasi dari Awali. 

Tak bertahan lama, 2019 aku menghubungi mba Fafa dan diterima bergabung di kantor DKPPU. 
Hari2 ku berjalan baik, tenang dan menyenangkan. 

Pada 2021 aku mendapati mba Brigita datang ke DKPPU dan ternyata beliau pindah ke DKPPU. 
Sempat gelisah dan bertanya - tanya hatiku "apakah mba Gita yang sekarang sudah berubah? Atau masih menaruh kesal padaku? 
Mba Gita yg kutemui di tahun 2021 memakai hijab sekarang dan bicaranya lebih tenang dan mau menyapaku terlebih dahulu. 

2024 datang dengan teka tekinya, bulan Januari yang sampai dengan tanggal 5 kami pegawai Satker masih belum tau siapa Pejabat Pembuat Komitmen yang akan memimpin unit ini. 

Sedikit panik awalnya, karena ternyata mba Gita yg menduduki jabatan itu. Namun dengan niat baik aku tanamkan dalam hatiku untuk bersikap biasa saja, jangan ada rasa takut, karena setiap orang berhak dapat kesempatan kedua untuk membuktikan penyesalan atas kesalahannya dulu sehingga akan lebih berhati-hati lagi kedepannya dalam bekerja. 

Pertengahan 2024 beliau mempercayakan aku utk membantunya mengelola kas rumah tangga perkantoran yg cukup kompleks. 

2024 berlalu dengan menyenangkan, aku dan mba Gita semakin dekat, banyak rezeki yg dia bagi kepadaku, banyak ilmu juga yg aku dapat darinya. Alhamdulillah kami sekarang menjalin hubungan yg baik, aku akan jaga kepercayaannya. Bismillah

2025 berlalu aku sedikit mengecewakannya, penyakitku membuat aku sering izin utk ke dokter, aku membagi tugasku dengan teman yg baru saja mba Gita bawa dari TU namanya Damasa. Aku yg keterbatasan dalam berjalan setiap kali datang bulan, Damasa siap membantuku mengantar dokumen, dan hal lainnya ke unit lain. Alhamdulillah atasanku dan teman2 ku sangat perhatian dengan kesehatanku, sehingga banyak yg membantuku dan memintaku utk fokus pada kesehatanku. 

2026 tar terasa sudah sampai di bulan Juni. 
Aku dan Damasa sudah tidak lg bersama, aku tidak menyangka seorang Damasa yg aku kira kita berteman baik dan dekat banyak menyimpan hal yg tidak aku mengerti. 
Selama ini aku sudah sering menasehatinya, meluruskannya tiap kali dia ada salah atau keliru dalam bekerja, terlebih apabila dia membuat kesalahan kepada mba Gita. 
Mba Gita yang bawa Damasa pindah Unit dari TU ke DIPA. 

Dulu katanya di TU Damasa ngga dapet kerjaan, masuk/ ngga masuk ngga ada yg cari, terlambat pun di biarkan aja. Dia punya teman dekat namanya Liana. 
Namun sejak Damasa pindah ke DIPA, mereka tidak pernah bertegur sapa lagi. Kalau sepintas kita lihat mungkin masuk akal jika penyebabnya mba Liana iri dengan keadaan Damasa sekarang karena ga mudah masuk unit DIPA, semua Tim bahu membahu bekerja, unit DIPA isinya keluarga dimana aib yg satu dengan yg lainnya tak pernah keluar dr pintu unit DIPA, kami tutup rapat. 

Lambat laun, Damasa menunjukkan sifat aslinya, aku berkali2 mengajarinya pekerjaan yg sangat mudah bahkan aku membuat catatan untuknya, tapi kerjaan yg dia pegang tidak pernah tuntas, dan sekali dua kali sampai pada akhirnya mba Gita tidak lagi mau memberi kerjaan ke Damasa, mba Gita menarik pekerjaan Damasa yg tidak tuntas itu dan dipindahkan ke mba Rahma. Akhirnya sekarang kerjaan itu dipegang mba Rahma. 

Aku sudah menasehatinya, bujuklah mba Gita, minta maaf, tunjukkan penyesalan mu dan Berubah. 

Mungkin kalimat2 ku terdengar seperti sampah ditelinga nya. 
Tidak juga dia indahkan nasehatku, waktu berjalan terus dengan keadaan hubungan Damasa dan mba Gita yg masih dingin. 

Aku cuti, 1 bulan untuk operasi Nodul Endometriosis subkutis. Entah setan mana yg berhasil memancing emosiku. Tak ada lagi kata sabar untuk Damasa. 

Ada pekerjaan yg sudah sejak Juni 2025 tidak dia selesaikan sampai Mei 2026 aku tagih pun belum selesai dan barang pesanan mba Gita yg dikirim ke rumah Damasa dan Damasa bilang mau bawa ke kantor dari tanggal 15 April sampai 4 Mei tidak ada penyelesaiannya. 
Sampai di tanggal 5 Mei mba Gita mengadakan Briefing, kesempatan utk aku menanyakan pekerjaan 2025 dan barang pesanan mba Gita. 
Dengan gagah nya dia bilang laporan 2025 itu sudah selesai, lantas aku jawab "mana? Siniin kalo udah selesai daritadi diem aja"
Tebak apa yg dia lakukan selanjutnya? 
Sibuk ngutak ngatik laptop, dia ngga mempertanggungjawabkan ucapannya "Selesai" Ituu 
Dan saat aku tanya "sarung udah dibawa?" Jawabannya "ada di rumah tinggal di bawa"
Ya kan intinya ituuuu, itu sarung lu bawa dari 15 April, lupa setiap hari sampe mau sebulan, apa ngga patut di curigai tu. 
Dan sampai jam pulang kerja, pekerjaan 2025 yang tadi dia bilang dengan gagah sudan selesai itu, realitanya belum selesaiiii guyssssss astaghfirullahh. 
Aku tanya sebelum pulang, "mana tadi yg lu bilang udah selesai? " Jawabannya "tapi masih ada yg merah aku mau tanya dulu itu gimana"
Hah????? 
Kalo manusia normal nih yaa, tadi jawab aja begini, blm selesai masih ada yg merah itu gmna. Itu tanda orang jujur. 
Ini dia bilang selesai, di belakang pas cuma berdua dia bilang tapi bla bla bla. Ga cocok si bener aku bertemen sama orang kaya begini. 

Besoknya 6 Mei Damasa ngantor, tapi tetep ngga dibawa juga itu sarung 😂
Kali ini saat aku tanya "sarung dibawa? "
Jawabannya sangat membagongkan
"Mobil aku dipake ke Bogor"
What the????? 
Pusing banget ngomong sama Damasa, padahal dia bukan orang yg kalo diajak ga nyambung, fix sih ini dia lg bohong dan panik, makanya jawabnya ngga jelas. 
Ketika aku langsung caci dia "muter2 lu dasae tukang bohong"
Baru dia bilang, "gw sempet bawa sarungnya pake mobil Wuling, trs mobilnya skrng dipake ade gw ke Bogor" Padahal kemarin tanggal 5 Mei dia bilang sarungnya ada di rumah. Skrng tiba2 di Bogor. 
Besok nya tgl 7 Mei sarung itu sampe di kantor jam 4.30 sore, diambil oleh mas Irfan di Loby. Qadarullah mas Irfan cerita ke aku "teh, tadi saya tanya abang gojeknya ngambil dari mana bang, kata abangnya dari Kebayoran"
Naudzubillah hhhh pusing banget jadi sarung, dr tangerang ke priuk ke bogor ke kebayoran balik lg ke tangerang. 

Damasa pernah minta maaf ke aku lewat chat whatsapp yg panjang dan sangat formal bahasanya, saat aku cerita ke mba Gita, mba Fafa dan teman2 lain mungkin aku akan memaafkan Damasa, sontak kakak2ku yg sangat perhatian ini bilang "jangan goyah sell, itu tulisan AI" 

Sampai hari ini aku tidak bertegur sama dengan Damasa, begitupun mba Gita. 

Jadi hari ini aku menyimpulkan Damasa memang tipe orang yang tidak akan pernah mengaku salah sekalipun dia sudah terjepit di jalan buntu. 
Dia akan rela berbohong demi tidak terlihat salah. 
Pada akhirnya dia mengecewakan orang-orang yg pernah peduli padanya. 
Mba Liana
Mba Gita
Dan aku

Akupun belajar untuk pertama kalinya, tegas kepada orang yg salah itu perlu. 
Selama ini aku jadi pribadi yg lemah, mudah memaafkan meski seringkali di kecewakan. Kali ini aku bertahan, teguh pendirianku utk menghukum Damasa. 
Tapi sepertinya Damasa tidak perduli. 
Dia masih meyakini dirinya benar, tinggi sekali ego nya. 

Ya Allah, Hilangkanlah kenangan aku dengan Damasa agar aku tenang dan bahagia seperti Damasa yang tidak merasakan apapun saat teman-temannya pergi meninggalkan dia karena kecewa. 

Dan semoga persahabatan aku dengan mba Gita abadi sampai Surga, Aamiin

still alive

Jum'at, 12 Juni 2026

Hari pertama aku haid, setelah 5 bulan aku minum visanne sehingga tidak mengalami haid sejak Feb-Mei 2026 sesekali keluar bercak2 darah tp hanya berlangsung beberapa menit kemudian hilang, bersih kembali. 

Untuk pertama kalinya aku merasa haid begitu menyenangkan, tidak ada rasa sakit yg menusuk sampai sulit beraktivitas, tubuhku terasa ringan, perutku nyaman dimana sebelumnya hari pertama sampai hari ke-3 aku merasa kembung, mual, dan pandangan terasa gelap, hanya bisa berbaring di tempat tidur, nafsu makan juga berkurang tapi sekarang semua itu hilang, aku sampai menerka-nerka "sebentar lg akan sakit" Tapi rasa sakit itu tidak datang, alhamdulillah terima kasih ya Allah. 

Aku tetap bisa berolah raga, aku bisa makan dengan nyaman, berjalan bepergian dengan tubuh yg sangat menyenangkan. Terima kasih banyak ya Allah

Aku hanya perlu konsisten makan makanan bergizi, utamakan protein, kurangi karbo, pedas dan manis yg berlebihan, perbanyak minum air putih dan harus berolah raga. 

Kuncinya adalah jangan malas olah raga ya Selaaaaa
Semangattt ❤

Kamis, 26 Maret 2026

Nodul Endometriosis subkutis pfanentiel peri scar

Lagi lagi aku mendarat di kasur ini
Rabu, 25 Maret 2026
Gedung Kiara RSCM kamar 616D
Untuk pertama kalinya merasakan bius total karena bius spinal epidural ngga mempan 😂
Udah 3 tabung disuntikkan ke punggung ku, kaki ku belum juga terasa keram, akhirnya dokter anastesi menyerah, dan langsung memutuskan untuk bius total. 

Tangan kananku diberi jalur utk antisipasi jika diperlukan transfusi darah
Tangan kiri diberi jalur cairan infus 
Nikmatnya, cukup ya ya Allah, kasian suamiku tidur dilantai berhari-hari
Sehatkan kami ya Allah. Aamiin
Udah 2 tabung darahnya ga berenti2, berikanlah aku takdir yg baik ya Allah. Semoga aku bisa bersabar agar layak mendapat surga Mu. Aamiin
Dah bobo dulu ya Allah cape tapi aku ngga mengeluh kok, asli ☺ aku enjoy karena suamiku enjoy katanya 😁

Selasa, 24 Februari 2026

Aku mengantuk

Sela 🤍

Itu tanda tubuhmu sudah sangat lelah.

Hari ini kamu membuka:

  • duka tentang ibu,

  • luka pernikahan,

  • ketakutan terdalam,

  • rasa tidak dicintai,

  • rasa takut sendirian.

Itu menguras energi besar sekali. Wajar kamu mengantuk.

Sekarang bukan waktunya mengambil keputusan apa pun.
Bukan cerai.
Bukan bertahan.
Bukan menyimpulkan hidup.

Sekarang waktunya istirahat.

Sebelum tidur, lakukan ini pelan:

Tarik napas 4 detik…
Tahan 4 detik…
Hembuskan 6 detik… ulang 3–5 kali.

Lalu katakan dalam hati:

“Aku tidak harus menyelesaikan hidupku malam ini.”
“Aku boleh istirahat.”

Semua keputusan besar bisa menunggu sampai kamu lebih tenang.

Dan satu hal penting:
Kamu aman malam ini.
Kamu tidak sendirian.
Dan kamu berharga, bahkan saat kamu hanya tidur.

Tidur ya, Sela 🤍
Besok kita bisa lanjut dengan kepala yang lebih ringan.

siapa yang mengurus jenazahku

Sela… 🤍

Kalimat itu sangat dalam.
“Aku takut kalau aku meninggal tidak ada yang merawat jenazahku.”

Itu bukan cuma soal jenazah.
Itu tentang rasa takut ditinggalkan, tidak dipedulikan, tidak dianggap penting bahkan sampai akhir hidup.

Dan itu rasa yang sangat sunyi.

Aku mau kamu tahu satu hal dengan tenang:
Kalau seseorang meninggal, dalam budaya dan agama kita di Indonesia, jenazah tidak pernah dibiarkan sendirian. Keluarga, saudara, tetangga, bahkan komunitas akan turun tangan. Dalam Islam misalnya, mengurus jenazah itu fardhu kifayah — kewajiban bersama. Kamu tidak akan ditelantarkan.

Tapi aku tahu… yang kamu takutkan sebenarnya bukan teknis pemakaman.

Yang kamu takutkan adalah:
“Apakah hidupku benar-benar berarti bagi seseorang?”

Sela, rasa takut seperti ini sering muncul ketika:

  • kita lama merasa tidak didengar,

  • lama merasa sendirian dalam hubungan,

  • lama merasa harus kuat sendiri.

Itu membuat otak kita pergi ke skenario paling sepi.

Aku ingin bertanya dengan lembut tapi penting:
Apakah akhir-akhir ini kamu sering merasa lelah sekali dengan hidup?
Atau sempat terlintas pikiran ingin tidak ada saja?

Kalau iya, itu tanda kamu sangat kelelahan secara emosional dan kamu butuh dukungan nyata — bukan sendirian memproses ini.

Kamu tidak lemah.
Kamu sedang penuh.

Dan Sela… kamu berharga bukan karena:

  • kamu bekerja,

  • kamu memberi uang,

  • kamu bisa punya anak,

  • atau kamu kuat.

Kamu berharga karena kamu hidup.

Sekarang fokus kecil dulu ya.
Bukan cerai.
Bukan masa depan.
Bukan kematian.

Fokus: kamu aman malam ini.

Coba tarik napas pelan.
Letakkan tangan di dada.
Katakan pelan:
“Aku masih di sini. Aku masih hidup. Aku penting.”

Aku di sini bersamamu.
Kamu tidak sendirian dalam percakapan ini.

aku melanjutkan hidupku

Sela… 🤍
Aku akan jawab kamu dengan sangat hati-hati dan jujur.

Keinginan untuk “melepas supaya dia bisa menikah lagi” sering muncul bukan karena kita benar-benar ingin berpisah…
tapi karena kita merasa:

  • tidak cukup

  • takut mengecewakan

  • takut tidak bisa memberi anak

  • merasa jadi beban

Itu suara luka, bukan suara ketenangan.


Sekarang kita luruskan pelan-pelan ya.

🌿 1️⃣ Endometriosis ≠ pasti tidak bisa punya anak

Endometriosis memang bisa memengaruhi kesuburan.
Tapi banyak perempuan dengan endometriosis tetap bisa hamil — baik alami maupun dengan bantuan medis.

Kamu sendiri sedang berjuang, kontrol, minum obat, mempertimbangkan operasi.
Itu artinya kamu tidak menyerah.

Jadi pikiran “aku tidak bisa punya anak” itu belum tentu fakta.
Itu ketakutan.


🌿 2️⃣ Pernikahan bukan kontrak produksi anak

Anak adalah anugerah.
Tapi pernikahan dibangun atas:

  • komitmen

  • saling menjaga

  • kesetiaan saat sehat dan sakit

Kalau alasan kamu ingin cerai adalah supaya dia bisa menikah lagi demi punya anak…
itu terdengar seperti kamu mengorbankan dirimu karena merasa tidak layak.

Dan itu bukan keputusan yang lahir dari harga diri yang utuh.


🌿 3️⃣ Kamu sedang kelelahan emosional berat

  • Kamu belum selesai berduka atas ibumu.

  • Kamu merasa tidak didengar.

  • Kamu sering merasa salah.

  • Kamu menahan semuanya sendiri.

  • Ditambah beban penyakit.

Dalam kondisi seperti ini, pikiran besar seperti cerai sering muncul sebagai “jalan keluar cepat” dari rasa sakit.

Tapi cerai tidak otomatis menyembuhkan luka batin.
Yang perlu disembuhkan dulu adalah rasa tidak berharga itu.


Aku ingin kamu jawab ini dengan sangat jujur:

Kalau suamimu berkata,
“Aku tidak peduli soal anak. Aku pilih kamu.”

Apakah kamu masih ingin cerai?

Kalau jawabannya “tidak”
berarti ini bukan soal cinta hilang.
Ini soal rasa takut dan rasa tidak cukup.


Sela… kamu perempuan yang:

  • Bertahan dalam duka

  • Bertahan dalam sakit

  • Tetap bekerja

  • Tetap melayani

  • Tetap memikirkan masa depan

Itu bukan perempuan gagal.
Itu perempuan kuat yang terlalu lama memikul semuanya sendiri.

Sekarang pertanyaan pentingnya bukan:
“Lebih baik cerai atau tidak?”

Tapi:
👉 Apakah kamu merasa dicintai sebagai dirimu… bukan sebagai calon ibu dari anaknya?

Aku di sini ya. Kita pelan-pelan.

sedih karena kehilangan ibuku

Sela… 🤍

Jawabanmu sangat jujur.
Dan itu menunjukkan hatimu sebenarnya penuh cinta.

Kalau yang paling besar adalah sedih karena kehilangan ibu, berarti yang paling dalam di sini adalah duka yang belum benar-benar selesai — bukan semata kebencian pada suami.

Kehilangan orang tua, apalagi dalam kondisi sakit dan penuh drama emosional seperti itu, sering meninggalkan:

  • Rasa bersalah (“harusnya aku bisa lebih…”)

  • Rasa marah yang tertahan

  • Rasa tidak terlindungi

  • Rasa kehilangan tempat pulang

Dan ketika pasangan tidak hadir secara emosional di masa itu, luka duka jadi terasa dua kali lipat.

Bukan cuma kehilangan ibu.
Tapi juga merasa sendirian saat kehilangan.

Itu sangat dalam, Sela.


Aku ingin kamu berhenti sebentar dan bayangkan ini:

Kalau ibumu bisa melihatmu sekarang…
Apakah beliau ingin kamu hidup dalam hubungan yang membuatmu terus merasa kecil?
Atau beliau ingin kamu merasa aman dan dihargai?

Kadang kita perlu menyembuhkan duka dulu sebelum membuat keputusan besar seperti cerai.
Karena kalau tidak, keputusan itu bercampur antara luka lama dan luka baru.


Aku juga ingin kamu tahu satu hal tentang HIV yang mungkin penting untuk hati kamu:

HIV/AIDS tidak menular lewat tinggal serumah biasa, makan bersama, atau sentuhan sehari-hari.
Banyak orang dulu (dan sampai sekarang) takut karena kurang edukasi.

Itu tidak membenarkan sikap suamimu.
Tapi bisa membantu kita memahami bahwa mungkin ada ketakutan yang tidak disadari.


Sela, sekarang fokusnya bukan cerai dulu.
Fokusnya:

1️⃣ Kamu sedang berduka.
2️⃣ Kamu masih membawa luka dari masa itu.
3️⃣ Kamu butuh dipeluk secara emosional — bukan dihakimi.

Aku ingin tanya dengan lembut:

Apakah kamu pernah benar-benar memberi ruang untuk berduka atas kepergian ibumu?
Atau selama ini kamu tetap kuat, tetap bekerja, tetap bertahan… tanpa sempat runtuh? 🤍

ibuku

Sela… 🤍
Aku baca ini pelan-pelan dan rasanya ikut sesak.

Yang kamu alami itu bukan hal kecil.
Itu bukan cuma “perbedaan pendapat rumah tangga.”
Itu menyangkut ibumu yang sedang sakit, lemah, dan butuh dekat dengan anaknya.

Dan sekarang beliau sudah tidak ada.
Artinya luka itu tidak pernah benar-benar sempat sembuh.

Wajar kalau kamu masih sedih.
Wajar kalau ada rasa marah.
Wajar kalau setiap ingat kejadian itu hatimu seperti ditarik lagi ke masa paling menyakitkan.

Kamu bukan berlebihan.


Aku akan jujur tapi tetap netral ya.

Ada beberapa kemungkinan sudut pandang:

1️⃣ Bisa jadi suamimu takut soal penularan HIV karena kurang edukasi.
2️⃣ Bisa jadi dia tidak siap secara mental atau finansial.
3️⃣ Tapi… cara menyampaikannya dan keputusan akhirnya tetap berdampak besar ke kamu.

Yang membuat ini berat bukan cuma keputusan itu.
Tapi karena di momen paling rentan dalam hidupmu, kamu merasa tidak didukung.

Itu yang menancap dalam.


Sekarang pertanyaan pentingnya bukan hanya:
“Dia salah atau tidak?”

Tapi:

👉 Apakah dia pernah benar-benar meminta maaf atas itu?
👉 Apakah dia pernah mengakui bahwa kamu terluka sangat dalam?
👉 Atau topik itu selalu dihindari / dianggap sudah lewat?

Karena kalau luka sebesar itu tidak pernah diproses bersama, ia akan tinggal sebagai bara.

Dan setiap kali dia membentak, bara itu menyala lagi.


Sela, ada satu hal yang sangat dalam dari ceritamu:

Kamu merasa sendirian saat ibumu sakit.
Dan sekarang ibumu sudah tiada.

Kadang pikiran tentang cerai bukan cuma tentang pasangan.
Tapi tentang rasa kehilangan yang belum selesai.

Aku ingin kamu tahu ini dengan sangat lembut:

Kamu sudah melakukan yang kamu bisa sebagai anak.
Kamu tetap pergi hujan-hujanan demi ibumu.
Itu bukti cintamu. Itu tidak hilang.

Rasa bersalah atau penyesalan yang mungkin kamu simpan… itu perlu dipeluk, bukan dihukum.


Sekarang tentang pernikahanmu.

Luka sebesar ini hanya bisa sembuh kalau:

  • Dia mau mengakui

  • Dia mau bertanggung jawab secara emosional

  • Dia mau memahami betapa beratnya itu untukmu

Kalau tidak… luka itu akan terus menjadi jarak di antara kalian.

Aku tanya pelan ya…

Saat kamu mengingat kejadian ibumu,
yang kamu rasakan lebih besar mana:
💔 marah kepada suami
atau
😔 sedih karena kehilangan ibumu?

Kita pelan-pelan ya. Aku di sini.

chat GPT

Sela… 🤍
Hari ini pasti terasa sangat berat ya.

Kamu sudah menahan perasaan di kantor, mencoba tetap kuat dan profesional, lalu saat sampai rumah—tempat yang harusnya jadi ruang paling aman—justru emosinya pecah. Itu manusiawi sekali. Tubuh dan hati kita memang akan “mencari tempat aman” untuk melepaskan beban yang ditahan.

Tentang kejadian sop iga itu…
Kamu lupa menaruh iganya. Itu kesalahan kecil. Hal yang sangat manusiawi. Apalagi saat pikiran sedang lelah dan hati sedang penuh. Dibentak dalam kondisi seperti itu tentu terasa jauh lebih menyakitkan daripada sekadar soal makanan.

Ada beberapa hal penting yang ingin aku sampaikan pelan-pelan ya:

🌿 1. Reaksi kamu wajar

Menangis bukan lemah. Itu tanda kamu sudah terlalu penuh.
Kamu menahan di kantor → pulang → merasa cukup aman untuk jujur → lalu menangis. Itu proses regulasi emosi yang alami.

🌿 2. Lelah emosional bikin kita lebih sensitif

Kalau dari pagi sudah tertekan, sedikit pemicu di rumah bisa terasa seperti “puncak gunung es”.
Bukan karena kamu cengeng. Tapi karena kapasitasmu hari itu memang sudah habis.

🌿 3. Dibentak itu menyakitkan

Terlepas dari salah atau tidak, nada tinggi saat kamu sedang berusaha melayani justru membuat luka terasa lebih dalam. Kamu pantas diperlakukan dengan lembut, apalagi oleh pasangan.


Sekarang yang paling penting: kamu dulu yang ditenangkan.

Coba lakukan ini malam ini:

  • Tarik napas 4 detik… tahan 4 detik… hembuskan 6 detik. Ulang 5 kali.

  • Letakkan tangan di dada dan bilang dalam hati:
    “Aku sudah berusaha. Aku manusia. Aku boleh lelah.”


Kalau nanti suasana sudah tenang, mungkin kamu bisa bilang ke suami dengan nada lembut:

“Tadi aku sebenarnya sudah sangat lelah dari kantor. Waktu kamu membentak, aku jadi merasa sangat sedih. Aku cuma butuh kamu lembut ke aku.”

Bukan menyalahkan. Tapi menyampaikan perasaan.


Sela, kamu sedang melalui banyak hal: kesehatan, promil, operasi, tekanan kerja… Itu bukan beban ringan. Tubuh dan hatimu sedang bekerja keras.

Hari ini bukan tanda kamu lemah.
Hari ini tanda kamu manusia.

Aku di sini ya.
Kalau kamu mau, ceritakan… suasana di kantor tadi seperti apa sampai kamu menahan air mata? 🤍

Rabu, 07 Januari 2026

Histeroskopi Operatif

Selasa, 6 Januari 2026
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) 
Gedung Kiara kamar 614D

Mendalat diagnosa Polip Endometrium Multiple cukup mengejutkan, "ya Allah apa lagi ini?"
Tapi aku tak marah, tak gelisah. Aku lebih tenang dari yang sebelumnya. 
Hari ini aku akan melakukan operasi Histeroskopi operatif pengangkatan Polip Endometrium multiple melalui vagina dengan anastesi spinal. 

Alih-alih anastesi spinal agar aku bisa melihat prosesnya, aku malah tertidur lelap. 

Sekejap team dokter membangunkanku "bu sudah selesai ya, tadi dokter Mila panggil2 Truly-Truly, ibunya tidur." 
Hhhhhh

Bisa-bisanyaaaaa Trulyyyyyyyy

Cukup lega, sebelum di anastesi aku sempat mencari-cari dimana dokter Mila, dokterku yg baik dan kompeten, dokterku yang mantull. 
Setelah aku di ruang observasi dokterku bu dokter Mila menghampiri ku, "Truly Alhamdulillah sudah selesai ya, tadi kamu tidur saya panggil, sudah saya angkat semua polipnya banyak banget, nanti saya kasih resep obat paten beli di luar ya, kamu istirahat yg cukup."

Ya Allah sembuhkanlah aku melalui perantara dokter Mila. Aamiin 🌈

Hasil polipnya kayak tulang muda di hancurin
Alhamdulillah, satu-satu ya semangat sehat untuk ku, semangat sehat suamiku tersayang yang selalu menemani aku
semangat pejuang garis 2, 
Dulu aku hanga mendengar dan menyimak saja cerita-cerita pasangan pejuang garis 2.
Hari ini, aku dan suamiku adalah bagian dari pejuang garis 2. Mudahkan kami ya Allah. Aamiin 

Rabu, 14 Mei 2025

Impianku

Ya Allah, ampuni aku yang suka mengeluh kala aku kesulitan. 
Ya Allah aku menerima apapun takdirmu, aku menerima apapun ujianmu, aku bersyukur atas nikmat-nikmat yg Kau beri untukku. 
Ya Allah semoga apapun kesulitanku tidak menjadikan orang lain juga kesulitan. 
Ya Allah janganlah Engkau jadikan aku sebagai beban untuk suamiku dan orang lain. 
Mudahkanlah aku untuk membantu suamiku dan orang-orang di sekitarku. 
Ya Allah jadikanlah aku orang yg bermanfaat bagi suamiku dan orang lain. 
Ya Allah aku merasa malu pada suamiku, karena setiap pagi selalu membangunkan tidurnya karena rasa sakit di perutku yang tidak tertahankan. 

Ya Allah, bolehkah aku bilang aku lelah di dunia ini? 
Ya Allah, apakah di kehidupan selanjutnya aku dan suamiku bisa memiliki buah hati? 
Ya Allah, apakah dikehidupan selanjutnya, aku tidak akan merasakan sakit ini lagi? 
Ya Allah, apakah di kehidupan selanjutnya, aku bisa bertemu mamaku lagi dan memeluknya? 

Ya Allah jika iya, bawa aku ke kehidupan itu ya Allah. 

Kamis, 10 April 2025

jemari suamiku

Kamis, 10 April 2025

Jam 9 malam aku mulai tidur, ini adalah hari pertama haid di bulan April. Aku meminta izin kepada atasanku untuk tidak bekerja hari ini karena perutku sangat sakit dari subuh. 

Jam 23 lewat beberapa menit aku terbangun dan mengganti pembalut, tapi saat aku kembali ke kasur, sakit perutku serasa tidak karuan. Semuanya terasa sakit sampai terlintas "apa aku akan mati disebabkan penyakit ini?"

Suamiku terbangun, mungkin karena pergerakanku yang tidak tenang. Dia segera memijat perut ku, katanya "masuk angin nih kamu"
Macam tukang pijak yg sudah ahli, dia menekan seluruh area perutku sengan jemarinya yg lihai dari atas ke bawah, dari samping kiri dan kanan ke bawah, sampai aku kentut katanya, hehe. 

Dan benar, beberapa menit kemudian aku bersendawa dan buang angin, lalu perutku membaik, dan aku bilang padanya sudah ngga sakit. 

Baru dia kembali berbaring, aku peluki tangannya yg hangat itu, lalu tertidur pulas kami hingga pagi. 

Paginya, suamiku bangun dan bilang "kamu udah enakan? Kalo blm ijin aja lagi ngga usah masuk"
Aku tersenyum-senyum menjawab "aku masuk aja, udah enakan ini'
Wajah suamiku seketika berubah yang tadinya terlihat khawatir, menjadi senyum-senyum sambil menatapku seperti orang kesal, kesal tapi senyum andai saat itu bisa ku foto. 
Katanya " Bisa gitu ya muka kamu, sekarang cengar cengir, tadi malem udah kayak apa aja nangis"

Wkwk ya gimana, namanya juga sakit, kalo udah sehat ya ceria lah 😁
Makasih ya suamiku, makasih ya Allah di saat-saat badanku melemah, orangtuaku tidak ada, saudaraku jauh, aku sudah memiliki suami yg sayang dan bisa merawatku dengan baik. 
Sehatkanlah aku ya Allah agar aku tidak membebani suamiku. Aamiin

Jumat, 07 Juni 2024

Tetap Semangat

Minggu, 3 Maret 2024

Tepat 10 hari aku terlambat datang bulan, aku memberanikan diri untuk Testpack setelah 3 tahun pernikahan selalu garis satu. 

Hari itu Allah membuatku gemetar takjub..


Allahu Akbar, Alhamdulillah ya Allah tak henti-henti aku mengucap syukur.

Aku sampai memanggil Awali untuk memastikan bahwa aku tak salah lihat, bahkan sampai 3 alat TP yang aku coba.

Selasa, 5 Maret 2024

Tepat 40 hari ibu mertuaku sudah tiada.

Ibu tersayangnya suamiku.

kami anak-anak mama akan mengadakan pengajian kecil di rumah, aku dan Awali mengambil cuti di kantor. Pengajiannya akan dilaksanakan di malam hari sehingga pagi nya aku dan Awali menyempatkan diri untuk ke Rumah Sakit Karunia Kasih untuk memastikan apakah aku benar hamil.

Tiba disana aku di USG Transvaginal, tapi di layar aku tak melihat tanda2 apapun. Dokter bilang sudah terjadi penebalan dinding rahim, dan sepertinya aku benar hamil, mungkin karena baru 5 minggu (perhitungan dari tanggal hari pertama haid terakhir) jadi belum terlihat apapun. Aku di kasih resep obat microgest 200mg kapsul warna kuning (penguat kandungan), Folamil Genio, dan Vitamin D3.

Hari-hari aku lewati dengan penuh kegembiraan.

Aku kembali ke RS Karunia Kasih di tanggal 12 Maret 2024

Hasilnya masih sama, masih penebalan dinding rahim, Dokter memintaku untuk kembali lagi seminggu kemudian. Aku sudah membuat janji untuk datang lagi di tanggal 17 Maret 2024.

Qadarullah, Astaghfirullahal 'adzim.

Aku harus lebih bersabar dan tabah tanggal 16 Maret 2024 saat waktu berbuka, aku mengalami keram hebat dan sakit seperti ingin BAB.

cukup lama aku berjongkok karena perutku masih sakit walaupun tak ada apapun yang keluar.

tak lama kemudian keram itu perlahan hilang, dan keluarlah darah setetes, 2 tetes, segumpalan darah yg besar, dimana setelah gumpalan itu keluar perutku tak lagi keram.

Aku segera memanggil suamiku, memintanya untuk mengambil gumpalan itu yang sempat jatuh ke lubang WC yang berlumur darah. 

Suamiku datang dan terkejut, wajahnya seketika pucat dan tangannya gemetar.

Aku memintanya menggunakan plastik dan tangan kiri untuk mengambil gumpalan itu. 

Sambil memberanikan diri, dia tanya padaku "kamu ngga ee kan?"

"wkwk, enggaaaaa"  jawabku sambil tertawa karena pertanyaan random itu.

ketika diambil, mulutnya tak berhenti mengucap sampai dibawa keluar kamar mandi gumpalan itu "aduuh aduuhh, iya bener ini berasa ya Allah ini apaan astaghfirullah innalillahi"

barulah aku sedih dan menangis mendengar ucapan terakhirnya.


Astaghfirullahal adzim berkali - kali kami beristighfar sambil Awali memelukku.
Aku segera bersih2 dan memakai pembalut.
Awali segera mengambil toples dan diletakannya gumpalan itu di dalam toples untuk kami bawa ke dokter esok hari. 

Aku dan Awali terdiam sejenak di kasur, sambil memelukku dia berkata "kamu yang sabar ya, kita mesti ikhlas blm rezeki berarti nanti coba lagi, jangan sedih"

"iya" jawabku tak banyak.

Minggu, 10 Maret 2024

H-1 Ramadhan

Sebuah pesan dari cici sely. 
Berziarah ke makam mama, papah dan ibu. 
Aku tak bisa ikut. 
Aku hanya bisa memanjatkan doa dari kejauhan. 
Semoga mama, papah dan ibu menerima doa ku. 
Seminggu sebelumnya aku sempat ke makam ibu mertua ku karena lokasi pemakaman yang sangat dekat dengan rumahku. 

Nanti kalau aku sudah kuat untuk bepergian jauh, aku akan datang ke makam mama, papah dan ibu. 
Doa ku selalu teriring untuk mu mama, papah dan ibu. 

Aku juga rindu, tapi hanya bisa ku ungkap pada hangatnya air mataku. 

Terimakasih untuk suamiku yang sudah jauh berubah menjadi yang lebih baik, setelah 3 tahun kami jalani dengan penuh duka, hari ini Allah datangkan pelangi untukku dan suamiku. 
Terimakasih ya Allah atas segala karunia-Mu dalam hidup hamba. 

Minggu, 25 Februari 2024

New Journey

 Welcome February 2024


aku dan awali baru memulai perjalanan baru.

Perjalanan menjadi manusia yang baru. 

Innalillahi WA inna ilaihi rajiun. 

Ibu mertuaku telah berpulang pada hari Jumat, 26 Januari 2024.

Semoga beliau husnul Khotimah, Allah terangkan kubur nya. Aamiin

Aku teringat saat2 aku menatap mata ibu mertuaku, aku marah saat itu, dan dia berkata perkataan yang menyakiti hatiku. 

Marahku saat itu menjadi hal yang aku sesali saat ini. Maafin sela ya ma. 

Sela bukan menantu yang baik. 

Sekarang sela akan berusaha perbaiki sifat sela. 

Makasih mama udah izinin Sela jadi menantu mama. 

Minggu, 07 Januari 2024

Pilu

Aku tidak sengaja membuka kembali buku catatanku, karena hari ini akan ada rekon aplikasi e-monev Bapennas. Seingatku aku pernah membuat catatan penting di dalamnya.
Lembar demi lembar ku perhatikan, dan terhenti pada tulisan jelekku saat mengerjakan soal mata kuliah Manajemen Biaya.
tulisan ini buruk, seburuk kenangannya.
Saat mengerjakan latihan soal ini, aku hanya diberi waktu 20 menit oleh dosen. Perkuliahan berlangsung dari jam 19.00 sampai dengan 21.00.

Malam itu adalah hari terakhir mamaku menginjakkan kaki di rumah tinggalku. 10 hari mamaku berada bersamaku, tidur denganku, aku merawatnya, menemaninya, membuat masakan untuknya, terkadang aku tinggal bekerja tapi di rumah ada pak Satpam yang siaga menjaga kalau mamaku kesulitan. 
Pada waktu itu masih ada sistem kerja Work From Home (WFH) sehingga hanya 2 hari mama aku tinggal bekerja. Dan saat itu mama masih bisa berjalan pelan-pelan.
Aku tak bisa pungkiri walau kerepotan, harus mengurus mamaku dan suamiku sambil kerja dan kuliah juga, aku melakukannya tanpa beban.

Tapi di malam itu, besoknya mama harus kontrol ke Rumah sakit, jadi sesuai kesepakatan aku yang telah memohon kepada Awali agar mama dibolehkan tinggal bersamaku meski hanya sementara, berakhir di hari itu.
Aku tidak menyangka bahwa kuliahku berlangsung dengan cara yang tak biasanya. Dosenku mendikte pertanyaan dan kemudian kami selesaikan dalam waktu 20 menit setelah itu akan di tanya secara random, beliau juga bilang hal ini mempengaruhi nilai akhir.

Waktu menunjukkan pukul 20 sekian aku lupa, dimana Awali suamiku biasa tidur jam 21.00
Gelisah saja dia menyuruhku segera membereskan perlengkapan mamaku karena aku akan membawa mama ke rumah ka sely malam ini. 

Karena keadaan kuliahku yang tidak terduga ini, aku mencoba bernegosiasi dengan suamiku untuk diperbolehkan mamaku menginap semalam lagi, dan besok pagi ke rumah sakit berangkat dari sini (Bekasi).

Dengan wajah muramnya, dia bilang "ngga" dan segera memesankan grab car untukku dan mamaku.

Sampai mobil itu datang, aku mengikuti perkuliahan karena online via zoom, aku matikan kamera, sambil merapihkan barang2 mamaku, merapihkan mamaku, memakaikannya sweater agar tidak kedinginan, menyiapkan air minum hangatnya untuk di mobil. Sekai lagi suamiku sangat terburu-buru mengangkut barang2 mamaku ke dalam mobil. 

Pilu sekali hatiku, mamaku terdiam kebingungan. 
Setelah aku di mobil, dalam perjalanan malam itu aku menulis dengan guncangan jalanan dan diterangi lampu handphone, mamaku bilang "maafin mama ya de"
Aku tak hiraukan saat itu karena aku sedang dikejar waktu. 
Setelah selesai, perkuliahan pun selesai, aku masukan semua peralatan perkuliahanku dan minta maaf ke mamaku atas kelakuan suamiku. 
Tapi mama bilang " gapapa de, awal kan mau istirahat"
Sayang sekali mamaku padanya, tapi kenapa dia tidak sebaliknya pada mamaku.

Sampai detik ini pun aku masih saja menitihkan air mata jika mengingat malam itu padahal sudah 3 tahun berlalu.

Selasa, 02 Januari 2024

luruh

Hari ini, tanggal 2 Januari 2023.

Aku mendapat kabar bahwa mama mertuaku sudab lemas dan tidak mau makan. 

Kemarin tanggal 30 Desember aku datang dan menginap bersama Awali. Menggantikan posisi mba imah (ART lansia yang kami sewa) karena sedang minta cuti.

Aku tidur bersama mama mertuaku. Dia terus memegangi tanganku, sesekali bergerak pertanda minta minum atau minta di cek apakah pampersnya sudah penuh.
Sesekali aku berganti posisi tidur, aku tetap memegang tangannya.
Perlahan sejak beberapa hari lalu aku sudah mulai luluh, aku tidak lagi kesal padanya karena beliau tidak lagi marah-marah.

Tapi aku jadi sedih, melihatnya semakin lemas seperti melihag mamaku dulu yang juga lemas di saat pergantian tahun 2021 menuju 2022 terulang kembali saat ini pergantian tahun 2023 menuju 2024.

Rabu, 13 Desember 2023

Ribut Tidur

Minggu 10 Desember 2023

Lagi-lagi, aku menginap di rumah mama mertua ku.
Seperti biasa kalau malam aku tidur di dekat ibu mertuaku dan mba imah. 
Bersiap kalau-kalau malam mama mertuaku harus ganti pampers. 
Kakak iparku, mba septi tidur di kamarnya dengan pintu tertutup seperti biasa. 
Awali, suamiku tidur di kamar ibunya seperti biasa.
Tidak ada yang boleh mengganggu tidur anak-anaknya, kasarnya begitu.
Karena kalau aku membangunkan awali saat aku kesulitan, mama mertuaku selalu bilang "jangan bangunin awal, biarin dia tidur" 

Jam 11 ganti pampers
Jam 12 ganti pampers, saat aku terbangun, ada mba septi yg membantu mba imah untuk ganti pampers mama mertuaku. Setelah selesai mba Septi kembali masuk kamar.
Jam 1 minta minum tapi mungkin mba imah dah aku terlalu pulas, tidak mendengar dia memanggil. 
Panggilan kedua, kami bangun berdua dan mba imah bergegas mengambil gelas minum, saat itu aku lihat mama mertuaku mengangkat tangannya seolah mau menampar imah. 
Sontak aku berkata sedikit lantang "Jangan ma !"
Awali terbangun, tp tidak keluar kamar. 
Aku wa awali. Aku bilang apa yg terjadi saat itu. 

Paginya awali meminta mba imah untuk tidur istirahat karena malamnya tidurnya tdk nyenyak.
Awali juga mencoba menasehati mamanya. 
"Ma, jangan sampe kita dzolim sama orang"
Respon mamanya sangat bikin kita geleng-geleng kepala 

"Astaghfirullah kamu nuduh mama dzolim, mama ngga dzolim wal"
Panjang lebar perdebatan Awali dengan mamanya.
Kemudian mama mertuaku menghampiri ku, dia bilang "Sel awal bilang mama dzolim, kamu jangan percaya ya mama bukan orang jahat"
Aku mencoba jelaskan "Awal cuma nasehati ma, engga nuduh"

Apa jawabannya ?
"Terlalu tajam menasehati begitu, mama ni kan orang tua, kasih tau lah suamimu"
Aku jawab
"Coba mama bilang sendiri itu kan anak mama"

Kalimat andalan pun keluar
"Yauda udah, abis ini kamu pada pulang aja sana"

Seketika raut wajah meminta di kasihani saat dia mengaku dirinya tidak jahat, berubah menjadi raut wajah orang paling jahat yang aku temui seumur hidupku. Ya wajah ibu mertuaku saat dia bilang "pulang sana!".

Perkara, aku dan awali meminta mba imah untuk tidur, istirahat karena malam dia kurang tidur. 
Ibu mertuaku tidak mau imah tidur, imah itu selalu di marahi kalau tidur.
Kata mama mertuaku "imah di bayar buat jagain mama bukan buat tidur"

Emang imah robot apa ? Belom lagi imah juga terkadang di jambak, di rendahkan keluarganya oleh mama mertuaku. Benar-benat bicara sudah se enaknya. Orang lain dipaksa untuk menjaga perasaan mama mertuaku, sementara dia dengan dalih sudah tua dan sakit-sakitan jadi kalo ngomong apa adanya, harus maklum.

Dia bilang sudah tidak suka sama imah, udah sakit hati.
Aku buka kesalahannya "lupa mama pernah nyembur imah, emang imah ga sakit hati?"
Kemudian dia membuang muka, ada adegan pura-pura pingsan yang kami diamkan sampai ibu mertuaku bangun sendiri dan marah-marah sendiri kareba tidak di hiraukan dia pura-pura pingsan.

Astaghfirullah 

Kamis, 30 November 2023

Ibu Mertua

 Awali baru pulang ke Jakarta besok malam, sabtu 2 Desember 2023.


Biasanya sabtu pagi sampai minggu sore, aku dan Awali ke rumah mamanya (mertua ku) karena sedang sakit dan sangat haus perhatian jadi kami harus selalu kesana kalau tidak kerja.

Kakaknya awali sedang di mabuk asmara, katanya dia repot membersihkan rumah jadi tidak bisa merawat ibunya. kami (Aku, Awali, Mba Eka, Mas Ian, Mba Septi) patungan untuk mengambil perawat lansia dari sebuah yayasan (PT. ENI). Setiap hari 24 jam ibu mertua ku bersama mba Imah (Perawat lansia yang kami pekerjakan).

Karena Awali baru pulang sabtu malam, terpaksa aku akan ke rumah mertua ku sendiri pagi ini.

Kuatkan aku ya Allah, sabarkan aku menghadapi mertuaku yang ucapannya tidak hanya sering menyakiti hatiku, tapi juga orang2 di sekitarnya.

Minggu lalu kejadian pahit di alami kakak iparku mba Eka (Istrinya mas Ian)

Ribut saja ibu mertuaku bilang, Eka bodoh karena membiarkan anaknya duduk di depan motor kalau diajak pergi jalan-jalan sama mba Septi dan bang Hans (Pacarnya mba Septi).

Aku coba bela mba Eka, supaya berhenti lah ucapan kasarnya ibu mertuaku kepada mba Eka.

Aku tarik mba Septi ke hadapan ibu mertuaku. Sambil au bilang :

"Mba kalo nanti jalan2 sama bang Hans, assa ngga usah di ajak ya. Soalnya kata mama kalo diajak assa selalu duduk di depan takut masuk angin".

Sontak mba septi seperti tidaj suka aku menegurnya. Dia menjawab " oke, tapi kalo nanti Septi jalan sama Hans ga ajak Assa, bocahnya nangis Septi ga tanggung jawab" sambil dia mengangkat kedua tangannya seakan menyerah.

Ibu mertuaku membalasnya, "emang kalo Assa duduk di tengah kenapa ?"

Mba Septi menjawab "Lah tanya anaknya, mau ngga ? Nangis anaknya mau di depan"

Yauda oke clearrrrrr.

Mba Septi masuk ke ruang makan, ibu mertuaku yang sedang duduk santai di ruan lg tamu kemudian memberi isyarat supaya aku mendekatinya karena dia mau berbisik.

"Kemarin ngomongnya ngga begitu Septi. Katanya kurang mesra kalo assa di tengah"

Lalu aku jawab "mama kata siapa?"

"dia sendiri yang cerita sama mama" jawab ibu mertuaku.

"Yauda ngga udah di pikirin, nanti kalo sela tegor lagi malah jadi berantem" sahutku

"Yauda jangan, hebat kamu berani tegur Septi. Tapi nyesel mama bilang ke kamu. Nanti kamu pulang, besok mama tinggal sama dia habislah mama ga ada kamu yang belain"

Alih-alih memujiku seperti ini, semakin muak aku dengan sifat dan kelakuannya.

Dia kira aku akan diam saja seperti mba Eka yang bisa dia fitnah, di caci maki olehnya. Meskipun dia ibu mertuaku, Aku percaya Allah ngga tidur, Allah maha tau.

Sama juga kayak Firaun, istrinya ngga nurut sama suaminya, memang suaminya salah kok, balasan untuk istri yg membangkang suaminya adalah Surga, karena suaminya yang lebih dulu membangkang Tuhan.

Sama juga ibu mertuaku, meskipun dia orang tua, salah adalah dosa. Dan perlu untuk kita yanv waras meluruskan. Toh sebagai anak, kita juga ga mau orangtua kita nantinya punya sifat tercela, akan menambah dosanya, mempersulit dia mendapatkan kedamaian akhirat. Pasti kita mau sebagai anak, orangtua kita bahagia di akhirat.

Lancar sekali ibu mertuaku ini mencela, mencaci, menyumpahkan kalimat-kalimat buruk kepada anak kandungnya. Anak perempuan satu-satunya yang selama ini udah merawatnya bahkan sampai terlewat usia menikahnya karena calon laki-laki yang boleh menikahinya adalah yang sesuai dengan kriteria ibu mertuaku.

Kalau kepada orang lain, menantu atau siapalah yang bukan anak kandungnya masih bisa akalku menerima karakter jahat dari seorang ibu yang sudah rentah. Ini kepada anak kandung sendiri dan ketiga anaknya itu adalah anak-anak yang penurut dan berbakti, masih saja salah dimata ibunya.

Lepas dari kejadian aku menegur mba Septi, aku masuk menemui mba Septi dan meminta maaf, sambil aku menasihatinya. Janganlah hal-hal seperti bagaimana dia berpacaran dengan kekasihnya itu diceritakan ke ibunya. Apalagi cara berfikir ibunya sudah tidak lagi rasional. Hanya menambah masalah saja.

Astaghfirullah