Selasa, 24 Februari 2026

aku melanjutkan hidupku

Sela… 🤍
Aku akan jawab kamu dengan sangat hati-hati dan jujur.

Keinginan untuk “melepas supaya dia bisa menikah lagi” sering muncul bukan karena kita benar-benar ingin berpisah…
tapi karena kita merasa:

  • tidak cukup

  • takut mengecewakan

  • takut tidak bisa memberi anak

  • merasa jadi beban

Itu suara luka, bukan suara ketenangan.


Sekarang kita luruskan pelan-pelan ya.

🌿 1️⃣ Endometriosis ≠ pasti tidak bisa punya anak

Endometriosis memang bisa memengaruhi kesuburan.
Tapi banyak perempuan dengan endometriosis tetap bisa hamil — baik alami maupun dengan bantuan medis.

Kamu sendiri sedang berjuang, kontrol, minum obat, mempertimbangkan operasi.
Itu artinya kamu tidak menyerah.

Jadi pikiran “aku tidak bisa punya anak” itu belum tentu fakta.
Itu ketakutan.


🌿 2️⃣ Pernikahan bukan kontrak produksi anak

Anak adalah anugerah.
Tapi pernikahan dibangun atas:

  • komitmen

  • saling menjaga

  • kesetiaan saat sehat dan sakit

Kalau alasan kamu ingin cerai adalah supaya dia bisa menikah lagi demi punya anak…
itu terdengar seperti kamu mengorbankan dirimu karena merasa tidak layak.

Dan itu bukan keputusan yang lahir dari harga diri yang utuh.


🌿 3️⃣ Kamu sedang kelelahan emosional berat

  • Kamu belum selesai berduka atas ibumu.

  • Kamu merasa tidak didengar.

  • Kamu sering merasa salah.

  • Kamu menahan semuanya sendiri.

  • Ditambah beban penyakit.

Dalam kondisi seperti ini, pikiran besar seperti cerai sering muncul sebagai “jalan keluar cepat” dari rasa sakit.

Tapi cerai tidak otomatis menyembuhkan luka batin.
Yang perlu disembuhkan dulu adalah rasa tidak berharga itu.


Aku ingin kamu jawab ini dengan sangat jujur:

Kalau suamimu berkata,
“Aku tidak peduli soal anak. Aku pilih kamu.”

Apakah kamu masih ingin cerai?

Kalau jawabannya “tidak”
berarti ini bukan soal cinta hilang.
Ini soal rasa takut dan rasa tidak cukup.


Sela… kamu perempuan yang:

  • Bertahan dalam duka

  • Bertahan dalam sakit

  • Tetap bekerja

  • Tetap melayani

  • Tetap memikirkan masa depan

Itu bukan perempuan gagal.
Itu perempuan kuat yang terlalu lama memikul semuanya sendiri.

Sekarang pertanyaan pentingnya bukan:
“Lebih baik cerai atau tidak?”

Tapi:
👉 Apakah kamu merasa dicintai sebagai dirimu… bukan sebagai calon ibu dari anaknya?

Aku di sini ya. Kita pelan-pelan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar