Masih di bulan penuh haru biru ini ....
tanggal 02 yang jatuhnya bukan di hari libur ini sempat membuatku begitu linglung .
Kekasihku berulang tahun dan di kantorku masih menumpuk kewajiban yang belum aku selesaikan. Beruntungnya aku memiliki atasan yang sangat baik dan berjiwa muda.
Aku diperbolehkan pulang setelah maghrib, langkah ku cukup ringan untuk meninggalkan kantor hari itu karena kemarin aku sudah menyelesaikan beberapa dokumen penting hingga pukul 10 malam.
Berlomba dengan waktu, pukul 19,30 aku baru sampai di toko kue dan jam 20.00 kereta yang aku tumpangi terhenti di manggarai cukup lama. Sudah resah saja benakku ini, takut kalau-kalau tiba terlalu malam dan malah menjadikan namaku cacat di mata keluarganya.
...........SURPRISED .....................
Aku tak sendirian, aku di temani abang tukang ojek yang mengantarku dari stasiun Cawang, Wawan dan Andre temannya Awal yang aku temui di warung dekat rumah Awal. Bermodalkan cinta dan nekat aku melakukan hal aneh ini , aku tau Allah tak pernah membuatku bersedih......
Terima Kasih ya Allah, keluarganya menyambutku dengan ramah dan kebetulan juga ada abang sepupuhnya yang dari Medan sedang berlibur disana, aku jadi mengenal 1 orang anggota lagi di keluarganya Awal. Abang Risky namanya, sosok yang ramah dan berwibawa. kata mba nya Awal, dia tau segalanya karena pernah mengambil cuti 1 tahun saat kuliah kemudian dihabiskannya untuk membaca buku. Waw....... Agak aneh ya cara berfikirnya dia tapi itlah dia , ini lah aku dan biarkanlah masing-masing orang menikmati hidupnya dengan berbagai cara yang masing-masing orang sukai.
Harapanku, semoga Allah melimpahkan kesehatan, kelancaran rezeki, kemudahan urusan untukmu, menjadikanmu pria yang tabah, jujur dan bertanggung jawab. Tercapai cita-citamu, menjadi orang yang berguna bagi dirimu dan orang-orang di sekitarmu. Kebahagiaan selalu bersamamu dan hatimu tetap mencintai aku yang aneh ini. Aamin ya Allah
Pulang diantar oleh mu sampai stasiun Cawang karena aku tak ingin kamu mengantarku ke tempat yang begitu jauh. Tempat tinggalku ,, sementara besok aku dan kamu harus bekerja.
Di pegangi sepanjang jalan tanganku yang dingin ini, sambil kau ucap kau sayang padaku, membuatku seperti jatuh cinta padamu berkali-kali.
Love you my dear :*
Berlanjut di tanggal 08, "Hari Raya Imlek" yang biasa aku rayakan sewaktu masih bersama Papah. Entah mengapa hati ini ingin sekali bertemu Papah, mengajaknya main ke rumah. Namun aku tak mau saat hari raya itu tiba, karena pasti dia membriku uang.
Aku tak ingin uangmu Pah, aku inginkan waktu dan kasih sayang tulusmu....................
Aku berhasil membawa Papah ke rumah nenekku di tanggal 07 Februari jam 4 sore. Aku menjemputnya dan berpamitan dengan Popo untuk dapat mengajak Papah keluar karena keadaan Papah tidak senormal orang-orang. Papah yang mengendarai motorku, akupun tidak membantunya menunjukkan arah jalan, ternyata dia mash mengingatnya. tepat di dekat gang Karya baru hujan turun tiba-tiba dengan derasnya. membasahi perjalanan aku dan papah yang sudah tinggal sebentar ini.. Kamiun tiba dan dengan suasana agak tegang, mamaku malah tidak ingin menampakkan wajahnya sama sekali, berdiam saja di ruang makan , Kemudian aku melanjutkan perbincangan dengan papahku.
Tingkah aneh mulai berdatangan di dirinya. Hujan masih saja turun perlahan, membuat Papah tertahan dan tak bisa pulang sementara dia terus saja meminta izin untuk pulang. Aku yang mengantarnya kembali pulang setelah maghrib dengan alasan sekalian ingin ke rumah temanku karena kalau tak begitu, dia hanya ingin pulang seorang diri. Bukan apa, aku khawatir dia di manfaatkan oleh orang-orang yang tidak berprkemanusiaan.
Pah,, lekaslah sembuh........................................
Aku akan selalu membantumu ....................................
Berlanjut, 13 Februari...................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar