http://www.kumpulanmisteri.com/2015/03/misteri-pohon-beringin-kembar-di-alun.html
Awal Mula Tradisi Masangin
Tradisi masangin yang sudah dilakukan sejak lama tidak tumbuh tanpa
sebab musabab. Menurut legenda lama dari Jogja, tradisi tersebut diawali
oleh permintaan putri Sultan Hamengku Buwono VI yang akan dinikahkan
akan tetapi tidak begitu menyukai calon yang sudah dipilihkan oleh sang
ayah. Maka dari itu sang putri memberi syarat jika pria tersebut bisa
melewati ke dua pohon beringin dengan mata tertutup maka dia bersedia
menikah. Ternyata syarat yang diberlakukan sang putri tidak bisa
dilakukan oleh pria tersebut. Hingga akhirnya sultan memberikan maklumat
bahwa siapa saja pria yang bisa melewati 2 pohon beringin tersebut
berarti memiliki hati yang benar-benar tulus dan akan dinikahkan dengan
sang putri. Entah sudah berapa banyak pria yang mencoba hingga pada
akhirnya ada satu pria yang bisa menaklukan tantangan tersebut yakni
putra pangeran dari prabu siliwangi.
Jodoh,, katanya cerminan dari diri kita ...
Aku yang banyak kurangnya ini, masih saja berharap mendapatkan laki-laki baik yang bisa menuntunku, kelurgaku. Menantikan laki-laki yang siap menahan ego dan amarahnya saat aku salah, memberi rasa aman dan jalan keluar setiap kali aku tersesat, berjuang bersama, saling memberi semangat serta saling siap menjadi sandaran
Tapi Allah lebih tau mana yang pantas untuk tiap hambanya.
diberikan kebahagiaan lengkap dengan cobaan,
diberkan senyum lengkap dengan tangis,
diberikan hikmah dalam musibah,
dan diberikan sembuh setelah sakit ....
Bantu aku untuk tetap dapat memelihara hatiku yang aneh ini ya Allah ...
Aku mengunjungi tempat itu bersama mba Ruri, rekan kerjaku . Kemarin pukul 21.00 . aku tak ingin menguji mitos itu sebelumnya, namun ketika bapak gojek banyak bercerita sepanjang perjalanan menuju Eastparc sepertinya kakiku menarik tubuh ini untuk mendatangi tempat itu lagi....
Alkid = Alun - alun Kidul ...........
Belum tentu aku bisa kesini lagi .............
Tempat yang nyaman, dikelilingi penduduk yang ramah dan sopan....
kata orang ini kota pelajar,,....
jadi teringat cita-citaku yang ingin melanjutkan S1, menjadi pramgari, jadi PNS, menjadi inilah itulah yang belum tercapai sama sekali ...
Aku bersyukur masih dapat menimba ilmu di tempat aku bekerja, walaupun aku tidak membarenginya dengan kuliah, tapi ilmu ini sama ketika aku menempuh D3 ...
inilah prakteknya ...........
selama ini belajarku hanya berandai-andai saja,, kini semua harus aku hadapi secara nyata.
Ya Allah, jadikan aku anak yang berguna bagi Engkau dan orang-orang disekelilingku.
Aamiiin
See You Yogya ,, i'll miss you ..........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar