Nama
ku Truly Sela Herningsih, anak bungsu dari dua bersaudara. Aku tinggal di
sebuah rumah kontrakan sederhana bersama mamaku, kakak, kakak ipar ku dan
keponakanku. Aku bekerja sebagai honorer di salah satu Kementerian yang letaknya
tak jauh dari rumah ku. Aku lulusan D3 dari Universitas swasta yang cukup
terkenal di Jakarta. Ingin rasanya aku melanjutkan study ini hingga gelar
Sarjana namun aku pun tak mampu memaksakan bila memang belum mampu tapi aku
tetap bertekad untuk melanjutkannya seuatu hari nanti.
Ayahku
kemana ?
Aku
tak seperti kebanyakan temanku yang normalnya hidup bersama keluarga yang utuh,
Papah yang kucinta telah lama pergi meninggalkan keluarga sejak aku sekolah
dasar bukan karena di panggil Allah, tapi di bujuk Syaitaaannirojim….
Sempat
memiliki Ayah baru dan bertahan hanya sampai di penghujung aku sekolah menengah
kejuruan kemudian membuat ulah hingga mamaku memutuskan untuk tak lagi
berhubungan dengannya. Sekarang dia kembali ke kampong halamannya menghabiskan
masa tuanya, usianya lebih tua 15 tahun dari mamaku.
Sulit
menentukan mana yang salah dan mana yang benar, yang aku tau sudah seharusnya
aku tetap berada di samping mamaku.
Sebagai
anak bungsu, kebanyakan orang menilai aku adalah anak yang manja, kenyataannya…….
Di
rumah aku yang berperan seperti anak sulung untuk mama dan kakakku. Aku
menyayangi mamaku …
Sangat
menyayanginya dan juga menyayangi kakakku, namun dalam beberapa situasi aku
kerap kali merasa mama dan kakakku tak memiliki perasaan yang sama sepertiku .
mungkin istilahnya bertepuk sebelah tangan.
Sejak
kecil aku yang paling dekat dengan Papah dan Papah seringkali menghajar kakakku
dikarenakan tingkahnya yang selalu saja membuat ulah. Mamaku terbiasa membela
kakakku hingga saat ini pun masih. Aku mengerti kalau mama tak begitu, dapat
perhatian dari mana lagi kakakku yang malang itu ?!
Ku fikir
tahap pertama adalah mencoba mencari jati diriku ….
Ketika
aku masuk sebuah Madrasah Tsanawiyah pribadiku banyak berubah. Aku menjadi anak
yang pemberani dan aktif di sekolah, memiliki banyak teman dan mengikuti banyak
kegiatan hingga aku seringkali tak ingin pulang. Keinginanku terhambat saat
hidungku selalu saja mengeluarkan darah, yapp mimisan . Meski disarankan harus
banyak istirahat dan tidak boleh panas-panasan, aku tak pernah mentaatinya,
ekskull yang aku ambil adalah Paskibra . What’s wrong ? Aku fanatic dengan
kegiatan yang satu ini, bagiku mengibarkan sang Merah Putih merupakan
kebanggaan terbesar dalam hidupku, mengucap janji sambil mencium aroma kain
merah putih itu mampu membuatku terisak, semakin bersemangat dan semakin kuat
untuk mencapai tujuan hidupku.
Aku
ingin mensejahterakan Negeri ini. Negeri yang banyak di agung-agungkan meskipun
tak sedikit juga yang mencemooh . bukan negeri ini yang salah, bukan
pemimpinnya juga, tetapi dia yang me-mubazirkan kekayaan negeri ini, yang tak
memelihara makhluk hidupnya dan yang menggunakan emosinya untuk kpentingan
pribadi.
Aku
tak hanya ingin memiliki mental pejuang, tapi juga fisik yang kuat. Seringkali
aku di pandang sebagai anak yang mudah sakit dan lemah, di banding-bandingkan
dengan kakakku yang memang begitu super tenaganya . Aku tak memiliki banyak
teman sejak kecil hanya pada saat aku MTs . itu pun mayoritas teman sekolah dan
karena aku aktif di Osis dan Ekskul. Beda dengan kakakku yang memang pandai
bergaul dimanapun . Aku senang dengan keadaan ini, aku hanya perlu meluangkan
waktuku bersama boneka ku dan teman-teman terdekatku. Aku tak perlu keluar
rumah untuk bermain. Barbie ku banyak lengkap dengan rumah, perabotannya,
Barbie laki-laki dan Barbie anak kecil. Satu keluarga yang ideal.
Aku
tak pernah bosan memainkannya, namun aku melupakan mereka ketika aku mulai
sibuk di sekolah. Ada begitu banyak hal yang menarik pehatianku. Aku bukan tak
setia. Namun banyak ingin mencoba .. hahahah ngeles aja si …..
Ehh,,
belum waktunya mencari tambatan hati
tapi malahan ……
Tugasku
adalah belajar, mencari ilmu dan membahagiakan keluargaku, siapa sangka
pengaruh lingkungan membuatku mengenal cinta pada usia dini, wkwkwkwk cinta
monyet mungkin, dengan teman SD ku yang sekaligus tetanggaku dan sekaligus juga
yang di taksir oleh sahabatku. Dan siapa sangka juga ternyata dia pun suka
padaku bukan pada sahabatku.
Kami
backstreet mulai dari aku kelas 2 MTs sampai aku kuliah semester satu tapi
putus nyambung-putus nyambung sih dan banyak selingannya juga hehe… Tapi hati
dan fikiranku selalu berpihak pada dia . Namun di Semester 3 aku bertemu dengan
seorang pria yang mampu membuatku melupakan semua tentang cinta pertamaku itu,
Cinta yang membuatku sulit untuk memejamkan mata setiap malam. Hanya ingin
terus saja memetik gitarku, melantunkan lagu-lagu menyayat hatti….
Inilah
Cinta kedua ku yang aku harap dapat menjadi cinta terakhirku. Hingga saat ini
hubunganku dengan dia sudah berjalan 1 tahun lebih beberapa minggu tanpa putus
…..
Kami
berkomitmen,, dan komitmen yang selalu menguatkan cinta kami. Aku bersyukur
memilikinya. Aku banyak mendapat ilmu kehidupan dan mulai menghargai
pengorbanan, belajar sabar dan belajar untuk hemat, hehe. Bukan hemat deh,
enggak boros. Nah.
Back
to karirku, aku ini hendak jadi apa ????
Paskibraku
putus di tengah jalan. Hobi yang aku tekuni selama 12 tahun ini kandas sebab
pacarku dan mamaku tak mau aku mengorbankan waktu, tenaga, dan fikiran untuk
hal ini karena kondisi fisikku tidak mendukung. Aku tak lagi se lincah dulu,
bahkan aku pernah mendaki dan berkemah di sebuah Desa “Sukamantri selama 3 hari
2 malam dan alhasil 2 malam aku terserang Hypo … Nyusahin orang banget dah L
Sejak kecil aku gemar menggambar, mewarnai, membaca dan menulis. Fikiranku di penuhi dengan kartun dan animasi. Aku pernah berjani pada seorang teman dekatku ketika masih kelas 1 MTs, Gita namanya. Kedekatan kami membuatku ingin menceritakannya kepada seluruh dunia lewat sebuah Novel atau sebuah film. Berlanjut juga pada bertemunya aku dengan The Butterfly (teman-teman rumah waktu masih alay) Bandel Bego, Dewi, Purna Paskibra Gedung Joang, GP-IPKI, NCS corp, Running Rage, Mantan Anak Kost, TB Army, hahaha ingin aku mengulas kembali petualan kita kawan. Tapi yaa gitu, tulisanku tak lebih dari hanya sekedar cerita celotehan yang belum bias aku rangkai menggunakan kosakata yang biasa diciptakan oleh para sastrawan. Anggap saja ini Diary public yang ku ciptakan untuk menghibur hatiku sendiri dan mengingatkanmu akan kehadiranku kawan :) kaan gak bisa lagi hoby yang satu ini aku jadikan cita-cita.... wkwkwk
Terencana
untuk menjadi Pramugari ,, eh rekan ayahku bangkrut hahaha ngga jadi deh di
masukin ke salah satu maskapai penerbangan yang rencananya akan mewujudkan
cita-citaku . Mungkin Allah tidak menghendaki yaa.
Hendak
jadi Manager, aku menyia-nyiakan kesempatan itu karena berbarengan dengan
misiku untuk memulai pengalaman di bidang audit . Dan kesempatan itu kini di pegang
oleh temanku, seorang laki-laki yang dulunya bekerja sebagai satpam dan mencoba
berani mengambil resiko menjadi pengoperasi es krim Korea kecil-kecilan milik
alumni Universitas Trisakti dan sekarang Wow,, Success .
Kini
Nyaris akan menjadi Pegawai Negeri, Usiaku sudah 21 Tahun, Semoga aku masih
memiliki kesempatan untuk menjadi Pegawai Negeri. Meskipun yaaaa,, Sesungguhnya
aku tak begitu menyukai JobDesk nya . Menurutku Pegawai Negeri terlalu boros.
Jika bekerja di Swasta tenagaku terpakai Maksimal bahkan mungkin bisa sampai
overload. Tapi ketika di Negeri Seperti sia-sia ijazah D3ku hehe.. Maksudnya
sih aku mau nya yang sedang-sedang saja gitu, em tapi mungkin karena selama ini
aku hanya banyak mengarsip saja sehingga jadi monoton. Yaaa mau megang job yang
lebih menantang mungkin belum waktunya kali yaa… Ya iyalah ya orang aku aja
disini baru 5 bulan. hahaha
Ah
tapi manusia,,, selalu saja kurang bersyukur…Astaghfirullah …. Ampuni Aku ya
Allah ….
Alhamdulillahi
robbil ‘alamiin,,, jadikanlah aku makhluk-Mu yang pandai bersyukur . Aamiin ….
Wednesday,
August 28, 2015
Mencari
ladang ……
Pagi
ini pukul 7.40 aku mengurungkan ambisiku untuk meneruskan studi S1 ku. Aku
berangkat kerja menggunakan angkutan umum karena motor yang biasa digunakan
untuk mengantarku di pakai mama untuk mengantar keponakanku ke Sekolah. Di
angkutan umum 08 pagi ini aku menemui 2 orang anak laki-laki mengenakan seragam
Pramuka dan di antar ibunya ke Sekolah. Duduk bersempit-sempitan di dekat pintu
mobil Aku khawatir mereka terjatuh namun ibu mereka begitu telaten memegang dan
menjada kedua anak itu. Ketika turunpun Supir angkot tak mengizinkannya
membayar. Seperti tumpangan Cuma-Cuma. Teringat pengorbanan dan perjuangan
mamaku untuk meneruskan Sekolahku dan kakakku. Aku bersyukur lebih lama
mengenyam dunia pendidikan di banding kakakku. Kakakku hanya sampai SMK dan
baru beberapa bulan lulus dia langsung menikah. Seperti jejak mamaku yang
menikah muda, lain halnya denganku yang sampai saat ini hanya berangan ingin
menikah muda namun belum waktunya mungkin. Aku yakin rencana Allah lebih indah
dari yang sudah aku rencanakan . Aku hanya ingin membina rumah tangga yang harmonis
bersama orang yang aku cintai, memiliki anak-anak yang manis dan soleh.
Menyiapkan masa depan yang lebih baik dari ku dan menjadikannya tabunganku dan
suamiku kelak di akhirat .
Enam
Belas Juta Rupiah, hingga kering badanku memikirkan hal itu. Salahku menomor
duakan pendidikan di pertengahan semester kuliahku, hingga nilai IPK ku sempat
terjun bebas. Di iringi bekerja paruh waktu di malam hari hingga tengah malam
membuat fikiranku sedikit bercabang. Aaah aku tak ingin lagi membiarkan jalan
hidupku mengalir begitu saja. Aku mau menatanya se- teratur mungkin. Setidankya
kalau meleset aku tak terpuruk terlalu dalam. Aku mencoba mencari ladang untuk menyalurkan
sebagian rezekiku, seringkali aku salah kaprah tentang profil seorang pengemis.
Mungkin kini aku sedang terobsesi dengan pelajar = anak-anak yang berjuang
menimba ilmu supaya dapat menjadi penerus bangsa yang mampu menyelamatkan
Negeri ini .
Bismillahirrohmanirrohiim
…..
Kebahagiaan
juga di cari ??


Tidak ada komentar:
Posting Komentar