Rabu, 26 Agustus 2015

What am I looking for ???


 
Nama ku Truly Sela Herningsih, anak bungsu dari dua bersaudara. Aku tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana bersama mamaku, kakak, kakak ipar ku dan keponakanku. Aku bekerja sebagai honorer di salah satu Kementerian yang letaknya tak jauh dari rumah ku. Aku lulusan D3 dari Universitas swasta yang cukup terkenal di Jakarta. Ingin rasanya aku melanjutkan study ini hingga gelar Sarjana namun aku pun tak mampu memaksakan bila memang belum mampu tapi aku tetap bertekad untuk melanjutkannya seuatu hari nanti.




Ayahku kemana ?

Aku tak seperti kebanyakan temanku yang normalnya hidup bersama keluarga yang utuh, Papah yang kucinta telah lama pergi meninggalkan keluarga sejak aku sekolah dasar bukan karena di panggil Allah, tapi di bujuk Syaitaaannirojim….

Sempat memiliki Ayah baru dan bertahan hanya sampai di penghujung aku sekolah menengah kejuruan kemudian membuat ulah hingga mamaku memutuskan untuk tak lagi berhubungan dengannya. Sekarang dia kembali ke kampong halamannya menghabiskan masa tuanya, usianya lebih tua 15 tahun dari mamaku.

Sulit menentukan mana yang salah dan mana yang benar, yang aku tau sudah seharusnya aku tetap berada di samping mamaku.

Sebagai anak bungsu, kebanyakan orang menilai aku adalah anak yang manja, kenyataannya…….

Di rumah aku yang berperan seperti anak sulung untuk mama dan kakakku. Aku menyayangi mamaku …

Sangat menyayanginya dan juga menyayangi kakakku, namun dalam beberapa situasi aku kerap kali merasa mama dan kakakku tak memiliki perasaan yang sama sepertiku . mungkin istilahnya bertepuk sebelah tangan.

Sejak kecil aku yang paling dekat dengan Papah dan Papah seringkali menghajar kakakku dikarenakan tingkahnya yang selalu saja membuat ulah. Mamaku terbiasa membela kakakku hingga saat ini pun masih. Aku mengerti kalau mama tak begitu, dapat perhatian dari mana lagi kakakku yang malang itu ?!

Ku fikir tahap pertama adalah mencoba mencari jati diriku ….

Ketika aku masuk sebuah Madrasah Tsanawiyah pribadiku banyak berubah. Aku menjadi anak yang pemberani dan aktif di sekolah, memiliki banyak teman dan mengikuti banyak kegiatan hingga aku seringkali tak ingin pulang. Keinginanku terhambat saat hidungku selalu saja mengeluarkan darah, yapp mimisan . Meski disarankan harus banyak istirahat dan tidak boleh panas-panasan, aku tak pernah mentaatinya, ekskull yang aku ambil adalah Paskibra . What’s wrong ? Aku fanatic dengan kegiatan yang satu ini, bagiku mengibarkan sang Merah Putih merupakan kebanggaan terbesar dalam hidupku, mengucap janji sambil mencium aroma kain merah putih itu mampu membuatku terisak, semakin bersemangat dan semakin kuat untuk mencapai tujuan hidupku.

Aku ingin mensejahterakan Negeri ini. Negeri yang banyak di agung-agungkan meskipun tak sedikit juga yang mencemooh . bukan negeri ini yang salah, bukan pemimpinnya juga, tetapi dia yang me-mubazirkan kekayaan negeri ini, yang tak memelihara makhluk hidupnya dan yang menggunakan emosinya untuk kpentingan pribadi.

Aku tak hanya ingin memiliki mental pejuang, tapi juga fisik yang kuat. Seringkali aku di pandang sebagai anak yang mudah sakit dan lemah, di banding-bandingkan dengan kakakku yang memang begitu super tenaganya . Aku tak memiliki banyak teman sejak kecil hanya pada saat aku MTs . itu pun mayoritas teman sekolah dan karena aku aktif di Osis dan Ekskul. Beda dengan kakakku yang memang pandai bergaul dimanapun . Aku senang dengan keadaan ini, aku hanya perlu meluangkan waktuku bersama boneka ku dan teman-teman terdekatku. Aku tak perlu keluar rumah untuk bermain. Barbie ku banyak lengkap dengan rumah, perabotannya, Barbie laki-laki dan Barbie anak kecil. Satu keluarga yang ideal.

Aku tak pernah bosan memainkannya, namun aku melupakan mereka ketika aku mulai sibuk di sekolah. Ada begitu banyak hal yang menarik pehatianku. Aku bukan tak setia. Namun banyak ingin mencoba .. hahahah ngeles aja si …..

Ehh,, belum waktunya mencari tambatan hati  tapi malahan ……

Tugasku adalah belajar, mencari ilmu dan membahagiakan keluargaku, siapa sangka pengaruh lingkungan membuatku mengenal cinta pada usia dini, wkwkwkwk cinta monyet mungkin, dengan teman SD ku yang sekaligus tetanggaku dan sekaligus juga yang di taksir oleh sahabatku. Dan siapa sangka juga ternyata dia pun suka padaku bukan pada sahabatku.

Kami backstreet mulai dari aku kelas 2 MTs sampai aku kuliah semester satu tapi putus nyambung-putus nyambung sih dan banyak selingannya juga hehe… Tapi hati dan fikiranku selalu berpihak pada dia . Namun di Semester 3 aku bertemu dengan seorang pria yang mampu membuatku melupakan semua tentang cinta pertamaku itu, Cinta yang membuatku sulit untuk memejamkan mata setiap malam. Hanya ingin terus saja memetik gitarku, melantunkan lagu-lagu menyayat hatti….

Inilah Cinta kedua ku yang aku harap dapat menjadi cinta terakhirku. Hingga saat ini hubunganku dengan dia sudah berjalan 1 tahun lebih beberapa minggu tanpa putus …..

Kami berkomitmen,, dan komitmen yang selalu menguatkan cinta kami. Aku bersyukur memilikinya. Aku banyak mendapat ilmu kehidupan dan mulai menghargai pengorbanan, belajar sabar dan belajar untuk hemat, hehe. Bukan hemat deh, enggak boros. Nah.

Back to karirku, aku ini hendak jadi apa ????

Paskibraku putus di tengah jalan. Hobi yang aku tekuni selama 12 tahun ini kandas sebab pacarku dan mamaku tak mau aku mengorbankan waktu, tenaga, dan fikiran untuk hal ini karena kondisi fisikku tidak mendukung. Aku tak lagi se lincah dulu, bahkan aku pernah mendaki dan berkemah di sebuah Desa “Sukamantri selama 3 hari 2 malam dan alhasil 2 malam aku terserang Hypo … Nyusahin  orang banget dah L
Sejak kecil aku gemar menggambar, mewarnai, membaca dan menulis. Fikiranku di penuhi dengan kartun dan animasi. Aku pernah berjani pada seorang teman dekatku ketika masih kelas 1 MTs, Gita namanya. Kedekatan kami membuatku ingin menceritakannya kepada seluruh dunia lewat sebuah Novel atau sebuah film. Berlanjut juga pada bertemunya aku dengan The Butterfly (teman-teman rumah waktu masih alay) Bandel Bego, Dewi, Purna Paskibra Gedung Joang, GP-IPKI, NCS corp, Running Rage, Mantan Anak Kost, TB Army, hahaha ingin aku mengulas kembali petualan kita kawan. Tapi yaa gitu, tulisanku tak lebih dari hanya sekedar cerita celotehan yang belum bias aku rangkai menggunakan kosakata yang biasa diciptakan oleh para sastrawan. Anggap saja ini Diary public yang ku ciptakan untuk menghibur hatiku sendiri dan mengingatkanmu akan kehadiranku kawan :) kaan gak bisa lagi hoby yang satu ini aku jadikan cita-cita.... wkwkwk

Terencana untuk menjadi Pramugari ,, eh rekan ayahku bangkrut hahaha ngga jadi deh di masukin ke salah satu maskapai penerbangan yang rencananya akan mewujudkan cita-citaku . Mungkin Allah tidak menghendaki yaa.

Hendak jadi Manager, aku menyia-nyiakan kesempatan itu karena berbarengan dengan misiku untuk memulai pengalaman di bidang audit . Dan kesempatan itu kini di pegang oleh temanku, seorang laki-laki yang dulunya bekerja sebagai satpam dan mencoba berani mengambil resiko menjadi pengoperasi es krim Korea kecil-kecilan milik alumni Universitas Trisakti dan sekarang Wow,, Success .

Kini Nyaris akan menjadi Pegawai Negeri, Usiaku sudah 21 Tahun, Semoga aku masih memiliki kesempatan untuk menjadi Pegawai Negeri. Meskipun yaaaa,, Sesungguhnya aku tak begitu menyukai JobDesk nya . Menurutku Pegawai Negeri terlalu boros. Jika bekerja di Swasta tenagaku terpakai Maksimal bahkan mungkin bisa sampai overload. Tapi ketika di Negeri Seperti sia-sia ijazah D3ku hehe.. Maksudnya sih aku mau nya yang sedang-sedang saja gitu, em tapi mungkin karena selama ini aku hanya banyak mengarsip saja sehingga jadi monoton. Yaaa mau megang job yang lebih menantang mungkin belum waktunya kali yaa… Ya iyalah ya orang aku aja disini baru 5 bulan. hahaha

Ah tapi manusia,,, selalu saja kurang bersyukur…Astaghfirullah …. Ampuni Aku ya Allah ….

Alhamdulillahi robbil ‘alamiin,,, jadikanlah aku makhluk-Mu yang pandai bersyukur . Aamiin ….

Wednesday, August 28, 2015

Mencari ladang ……

Pagi ini pukul 7.40 aku mengurungkan ambisiku untuk meneruskan studi S1 ku. Aku berangkat kerja menggunakan angkutan umum karena motor yang biasa digunakan untuk mengantarku di pakai mama untuk mengantar keponakanku ke Sekolah. Di angkutan umum 08 pagi ini aku menemui 2 orang anak laki-laki mengenakan seragam Pramuka dan di antar ibunya ke Sekolah. Duduk bersempit-sempitan di dekat pintu mobil Aku khawatir mereka terjatuh namun ibu mereka begitu telaten memegang dan menjada kedua anak itu. Ketika turunpun Supir angkot tak mengizinkannya membayar. Seperti tumpangan Cuma-Cuma. Teringat pengorbanan dan perjuangan mamaku untuk meneruskan Sekolahku dan kakakku. Aku bersyukur lebih lama mengenyam dunia pendidikan di banding kakakku. Kakakku hanya sampai SMK dan baru beberapa bulan lulus dia langsung menikah. Seperti jejak mamaku yang menikah muda, lain halnya denganku yang sampai saat ini hanya berangan ingin menikah muda namun belum waktunya mungkin. Aku yakin rencana Allah lebih indah dari yang sudah aku rencanakan . Aku hanya ingin membina rumah tangga yang harmonis bersama orang yang aku cintai, memiliki anak-anak yang manis dan soleh. Menyiapkan masa depan yang lebih baik dari ku dan menjadikannya tabunganku dan suamiku kelak di akhirat .

Enam Belas Juta Rupiah, hingga kering badanku memikirkan hal itu. Salahku menomor duakan pendidikan di pertengahan semester kuliahku, hingga nilai IPK ku sempat terjun bebas. Di iringi bekerja paruh waktu di malam hari hingga tengah malam membuat fikiranku sedikit bercabang. Aaah aku tak ingin lagi membiarkan jalan hidupku mengalir begitu saja. Aku mau menatanya se- teratur mungkin. Setidankya kalau meleset aku tak terpuruk terlalu dalam.  Aku mencoba mencari ladang untuk menyalurkan sebagian rezekiku, seringkali aku salah kaprah tentang profil seorang pengemis. Mungkin kini aku sedang terobsesi dengan pelajar = anak-anak yang berjuang menimba ilmu supaya dapat menjadi penerus bangsa yang mampu menyelamatkan Negeri ini .

Bismillahirrohmanirrohiim …..

Kebahagiaan juga di cari ??

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar