Selasa, 16 Februari 2016 menjadi hari yang cukup berat untuk aku hadapi di tempat yang selama ini aku harap-harap menjadi tempat yang akan membahagiakan aku. Di kelilingi teman-teman, bisa membantu mama dan kakakku, dan banyak lagi harapanku di tempat ini.
Beginilah resikonya,, berharap selain kepada-Mu ya Allah, terima kasih masih mengingatkanku tentang meletakkan harapan yang benar.
Aku belum cukup mampu membaca karakter tiap orang, yang aku fikirkan hanya bagaimana aku tetap dapat terus berbuat baik pada orang. Aku ingin hidupku dikelilingi oleh orang-orang yang baik hatinya, maka aku harus memulai hal hal yang baik-baik terlebih dulu...
Sudah sangat berhati-hati sepertinya aku hari ini,, tapi masih salah...............
dan sesalnya kesalahan ini bukan hanya berasal dari kecerobohanku .....
Perintah dari atasan aku telan mentah-mentah, seharusnya aku bertanya kepada yang lebih berpengalaman tentang pekerjaan itu. Aku tidak bertanya kepadanya karena fikirku sudah cukup jelas nama-nama yang tertera di kertas kerjaku dan Bukankah aku hanya akan memperlambat kinerja orang lain yang sedang di deadline juga oleh atasan kami jika aku bertanya-tanya ?? Lalu jenis petanyaan macam apakah yang akan aku lontarkan ?
Bagikan ke siapa ? Nama - nama sudah tetera.
Bagikan bagaimana ? kasih, jangan lupa bukti penerimaan. apa lagi ??!!
itu fikiran singkatku yang terdesak karena di tuntut kerja cepat .
Bahkan sebelum aku mengerjakan tugas itu, aku sempat meminta izin karena mengerjakan kerjaannya. Dan sampailah pada saat orang yang seharusnya menerima ***g tersebut me-maki-maki rekan kerjaku yang mana biasanya kerjaan ini ditangani olehnya.
Kesalahan yang aku buat, tapi rekan kerjaku yang di salahkan oleh orang lain. Maafin aku mba ...
Di sidang di tempat orang, ditanya oleh berbagai pihak seolah aku telah mendzolimi seseorang. Ampuni aku ya Allah jika aku memang telah melukai hati orang lain
Aku bukan seseorang yang tidak tau terima kasih.
Aku cukup tau diri bagaimana aku di tolong orang, diperlakan baik dan di kasihi.
Aku lembur setiap malam, orang-orang kira aku di bayar setiap malam ???
Aku lembur bukan untuk mendapatkan uang lemburan.................... !!!!!!!!!!!!
Tapi untuk menyelesaikan pekerjaanku yang menumpuk setiap hari. Aku akui sulit bagiku menolak seseorang yang meminta bantuan padaku. Tapi aku cukup mampu membantunya selama aku masih memiliki 24 jam di setiap hariku, aku masih sempat makan, masih sempat membuka facebook, masih sempat menghubungi pacarku dan masih sempat bergurau dengan sahabatku.
Ketika aku di berangkatkan Dinas pun, beberapa orang berharap kerjaanku akan membludak dan aku kualahan menghadapinya. Kenyataannya aku masih mampu mengerjakan kerjaanku dan membantu kerjaan 2 orang temanku. Aku tak pernah mengeluh, semua aku jalani dengan senang hati selama aku masih sehat dan masih ada yang menemani.
terkait tugas temanku, banyak yang mengatakan pekerjaan itu banyak mendatangkan uang, aku tak memperdulikannya, terbuktipun hari ini aku tak menerima1 Rupiah pun, ada yang ingin memberikannya untukku, tapi aku tolak karena berkas mereka bukan aku yang mengerjakan. Aku hanya di perintahkan untuk membagikan bukan menerima. aku mengerti itu bukan hak ku.
Namun perintah yang diturunkan langsung untukku segera aku laksanakan
Terkait tugas rutinku adalah hutang bagiku, maka sudah menjadi kewajibanku untuk menyelesaikannya dengan penuh tanggung jawab.
Di tambah lagi, aku di fasilitasi dengan kamar kos yang dekat dari kantor, bukankah hal itu semata-mata agar aku dapat pulang larut malam sehingga pekerjaanku cepat selesai ???
ketika aku pulang malam, mengapa yang orang-orang guraukan adalah kantungku yang tebal ??
ketika aku pulang malam, mengapa orang-orang berfikir aku sedang mencari perhatian ??
Tengoklah pekerjaanku, tengoklah tempat dudukku. Bagaimana aku bisa tidak dekat dengan atasanku sementara meja kami berhadapan hanya di batasi kaca ??!!!
Bagaimana bisa aku tak pulang malam sementara pekerjaanku banyak dan aku di fasilitasi 1 kar kos bersama temanku .
Aku tak apa meski di fasilitasi berdua, tapi hanya aku yang pulang malam, karena ini kewajibanku bukan kewajiban temanku, apabila dia ingin membantu Alhamdulillah dan bila tidak tak mengapa.
Aku bekerja untuk menghidupi diriku bukan untuk mencari perhatian orang lain,, apa alasan itu pun menjadi hal yang salah di diriku ???
Siapapun,, tegurlah aku jika aku salah, bicaralah .........
Diam tak menyelesaikan masalah, dan aku bukan seseorang yang punya keahlian membaca fikiran dan hati seseorang. Begitu murahnya komunikasi, mengapa kalian memilihi diam ? membiarkan orang lain berburuk sangka terhadap kalian ??
Istilah orang yang tak peka itu adalah bentuk pengkambing hitaman seseorang yang tak mau berterus terang. Bicaralah ............
Dan temukan jalan keluar bersama ........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar