Senin, 16 Maret 2015

Danke Liebe

Belum pernah hinggap dikepalaku sebelumnya, bahwa aku akan mengalami masa-masa ini. Masa dimana aku jauh dari mama dalam beberapa hari kedepan. Mengatur makan, uang, pakaian dan keperluanku sendiri seorang diri. Sampai di tanggal 23 Febuari ini aku masih berada di Kota Tangerang tepatnya pada perusahaan Garment yang cukup besar, PT. Pan Brothers Tbk.

Aku tak benar-benar sendiri, ada Awali, Evani dan Syarifah. Menyandang profesi Junior Auditor dari KAP DBSD&A berdasarkan ajakan Dosen yang paling aku kagumi cara mengajarnya.  Meski hanya sebulan aku di Tangerang ini, banyak sekali moment  yang rasanya akan sangat sulit untuk hilang begitu saja dari memory di kepalaku.

Senin 2 Februari 2015, adalah hari bersejarah bagi Awal mungkin. Usianya menjadi genap 20 tahun dan aku berkesempatan berada disampingnya sepanjang hari. Pukul 00.00 aku berhasil membuatnya terusik dari tidur lelapnya, di bantu oleh team sukses Evan dan Efah. Thanks ya guys
Aku mulai mengenal awal jauh dan lebih jauh lagi, meski banyak terjadi perselisihan diantara kami karena perbedaan cara pandang aku tetap menyayanginya. Tak selamanya aku yang mengalah....
Pernah dia mengalah dan rasanya hatiku hancur sekali membuatnya sedih. Aku takkan pernah memaafkan diriku sendiri kalau hal itu terjadi lagi. Aku tak mau menjadi yang egois yang membuatnya terus terluka.

Terkadang aku merasa bahwa dia begitu dingin dan aku yang selalu berusaha keras untuk menyatukan cinta kita,,,

Namun.....

Jauh aku lihat kebelakang, Awal lah yang setia menungguku, tindakannya tenang dan tidak gegabah, semua di lakukan untukku tanpa harus menyakiti hati wanita lain. Awal juga yang selalu menjadi hero untuk menemaniku kesana kemari,  tak pernah membiarkanku merasa kesepian,  memaafkan segala kesalahanku bahkan yang fatal sekalipun, dan menerima semua kekuranganku.

Meski jauh dan sibuk, awal selalu menyempatkan diri untuk menghubungiku, mengingatkan sholat , makan, mandi dan tidur. Kebiasaan ini memang tak pernah hilang sejak pertama kita bertemu dan dekat hingga detik ini dan semoga sampai akhir waktuku nanti. Amiin

Aku masih saja menaruh cemburu pada beberapa orang-orang terdekatmu, aku termakan fikiran anehku sendiri yang seharusnya tidak mampu mengalahkan semua pengorbananmu. Sementara cemburumu tak pernah melebihi sayangmu untukku, padahal orang-orang terdekatku ini seringkali memancing emosimu.

Bukan aku yang terus tersakiti, tapi kamu lah yang selalu aku lukai dengan cacian tak jelas ku yang selalu merasa kau tak mengerti aku.

Terima kasih untuk keegoisanmu yang masih ingin terus bersamaku Dear ... J


Your Blue_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar