Belum pernah hinggap dikepalaku sebelumnya, bahwa aku akan
mengalami masa-masa ini. Masa dimana aku jauh dari mama dalam beberapa hari
kedepan. Mengatur makan, uang, pakaian dan keperluanku sendiri seorang diri.
Sampai di tanggal 23 Febuari ini aku masih berada di Kota Tangerang tepatnya
pada perusahaan Garment yang cukup besar, PT. Pan Brothers Tbk.
Aku tak benar-benar sendiri, ada Awali, Evani dan Syarifah.
Menyandang profesi Junior Auditor dari KAP DBSD&A berdasarkan ajakan Dosen
yang paling aku kagumi cara mengajarnya.
Meski hanya sebulan aku di Tangerang ini, banyak sekali moment yang rasanya akan sangat sulit untuk hilang
begitu saja dari memory di kepalaku.
Senin 2 Februari 2015, adalah hari bersejarah bagi Awal
mungkin. Usianya menjadi genap 20 tahun dan aku berkesempatan berada
disampingnya sepanjang hari. Pukul 00.00 aku berhasil membuatnya terusik dari
tidur lelapnya, di bantu oleh team sukses Evan dan Efah. Thanks ya guys
Aku mulai mengenal awal jauh dan lebih jauh lagi, meski
banyak terjadi perselisihan diantara kami karena perbedaan cara pandang aku
tetap menyayanginya. Tak selamanya aku yang mengalah....
Pernah dia mengalah dan rasanya hatiku hancur sekali
membuatnya sedih. Aku takkan pernah memaafkan diriku sendiri kalau hal itu
terjadi lagi. Aku tak mau menjadi yang egois yang membuatnya terus terluka.
Terkadang aku merasa bahwa dia begitu dingin dan aku yang
selalu berusaha keras untuk menyatukan cinta kita,,,
Namun.....
Jauh aku lihat kebelakang, Awal lah yang setia menungguku,
tindakannya tenang dan tidak gegabah, semua di lakukan untukku tanpa harus
menyakiti hati wanita lain. Awal juga yang selalu menjadi hero untuk menemaniku
kesana kemari, tak pernah membiarkanku
merasa kesepian, memaafkan segala
kesalahanku bahkan yang fatal sekalipun, dan menerima semua kekuranganku.
Meski jauh dan sibuk, awal selalu menyempatkan diri untuk
menghubungiku, mengingatkan sholat , makan, mandi dan tidur. Kebiasaan ini
memang tak pernah hilang sejak pertama kita bertemu dan dekat hingga detik ini
dan semoga sampai akhir waktuku nanti. Amiin
Aku masih saja menaruh cemburu pada beberapa orang-orang
terdekatmu, aku termakan fikiran anehku sendiri yang seharusnya tidak mampu
mengalahkan semua pengorbananmu. Sementara cemburumu tak pernah melebihi
sayangmu untukku, padahal orang-orang terdekatku ini seringkali memancing
emosimu.
Bukan aku yang terus tersakiti, tapi kamu lah yang selalu
aku lukai dengan cacian tak jelas ku yang selalu merasa kau tak mengerti aku.
Terima kasih untuk keegoisanmu yang masih ingin terus bersamaku
Dear ... J
Your Blue_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar